Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Zona Madina’

Foto_Pasien_RST    Jampang (09/01/2015)

BOGOR – Datang ke poli umum RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa bersama sang ayah untuk meminta surat izin masuk ke rawat inap, Wulan (5) langsung menyapa ramah perawat yang bertugas pada Selasa, (7/1) lalu. “Hai suster, lagi ngapain” sapanya. Riang dan ceria, begitulah gambaran sosok Wulan yang didiagnosa menderita penyakit Thalasemia.

Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari). Thalasemia terjadi akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk protein yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin sebagaimana mestinya. Hemoglobin merupakan protein kaya zat besi yang berada di dalam sel darah merah dan berfungsi sangat penting untuk mengangkut oksigen dan paru-paru ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkannya sebagai energi.

“Tiap satu bulan sekali, Wulan rutin jalani tranfusi darah di sini (RST Dompet Dhuafa),” ucap Heri, ayah Wulan.

Heri menuturkan betapa terkejutnya ia mendapati anak bungsunya didiagnosa oleh dokter salah satu rumah sakit di Jakarta menderita penyakit yang mematikan tersebut.

“Waktu usia 8 bulan wajahnya pucat sekali dan langsung saya periksakan ke dokter. Saya tidak tahu apa itu Thalasemia, dan setelah dijelaskan oleh dokter saya kaget sekali karena selama ini ketiga kakak Wulan sehat-sehat saja dan saya beserta istri pun tidak ada keturunan penyakit tersebut,” ungkap Heri.

Berprofesi sebagai kuli bangunan dengan pendapatan tidak menentu serta istri yang bekerja serabutan sebagai kuli cuci gosok membuat Heri senantiasa berusaha dan berdoa untuk kesehatan Wulan. “Walaupun biaya pengobatan gratis tapi tetap saja kepikiran, saya enggak putus doa dan ikhtiar, apapun akan saya lakukan demi lihat anak sehat terus,” ucapnya.

“Bisa diberikan 3 sampai 4 kali tranfusi tergantung kadar hemoglobin pasien dan berat badan saat ini. Karena harus tranfusi seumur hidup, pemantauan fungsi hati, ginjal serta jantung pun akan dilakukan teratur setiap 6 bulan sekali untuk mengevaluasi kelebihan zat besi,” ucapnya.

Cita-cita menjadi seorang dokter pun sudah diimpikan murid taman kanak-kanak yang sudah bisa membaca dan mengaji ini. “Udah biasa ditusuk jarum, jadi enggak sakit. Pingin cepet sembuh,” ucap Wulan polos. (tie/gie). Sumber : http://www.dompetdhuafa.org

Iklan

Read Full Post »

belajar_di_alam Jampang(06/01/2015)

Kecintaannya dalam dunia pendidikan membuat Aprilia Nuraida, perempuan asal Blitar, Jawa Timur ini, memantapkan hatinya untuk bergabung dengan Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa pada 2014 lalu. Bagi alumnus Universitas Brawijaya ini, mengabdi dalam dunia pendidikan menjadi prioritas utama yang kini telah diwujudkannya. Semua dilakukannya dilandaskan niat untuk mecerdaskan anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus bangsa.

Ditugaskan di wilayah pelosok untuk mengabdikan diri, tidak membuat April, demikian sapaan akrabnya sehari-hari ini tidak merasa terbebani. Sejak 5 bulan ditugaskan di Dusun Patulang, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, perempuan kelahiran 23 April 1990 ini berusaha terbiasa dengan keterbatasan yang dirasakannya selama mengabdi di wilayah tersebut mulai dari, minimnya aliran listrik, sinyal dan jaringan komunikasi yang sulit dijangkau, dan kelangkaan air bersih bila musim kemarau tiba.

“Pertama datang ke sini saya memang mulai beradaptasi. Apalagi kalo air di sini lagi kekeringan, biasanya saya dan warga harus ke penampungan air bersih sekitar 1 jam,” paparnya saat dihubungi melalui telepon pada Jumat (26/12) lalu.

Belum lagi, Aprilia lebih lanjut menceritakan, medan yang sulit begitu dirasakannya ketika ia hendak menuju ke 3 lokasi sekolah di SDN 032 Ambopadang , SMPN 02 Tutallu, dan SMKN 1 Tutallu, tempatnya mengabdikan diri menjadi guru relawan. Kondisi jalan tanah berbatu dengan dikelilingi perbukitan serta jurang yang begitu curam yang setiap saat bisa saja mengancam keselamatan jiwanya, tak menyurutkan semangatnya untuk membagi ilmu yang bermanfaat yang dimilikinya.

“Karena ini sesuatu yang baru buat saya (pengalaman). Saya suka tantangan, saya senang berbagi pengalaman saya terutama ilmu bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Guru Relawan SGI Dompet Dhuafa angkatan VI ini.

Saat mengajar di kelas, perempuan murah senyum ini selalu menggunakan 3 metode belajar yang dijadikannya sebagai metode mengajar cerdas dan kreatif. Pertama, motode homevisit, les tambahan, belajar sambil bermain di dalam dan luar ruangan. Metode belajar yang diterapkannya tersebut bertujuan untuk membantu murid-muridnya dalam memahami berbagai mata pelajaran.

“Saya pernah terapkan metode kelompok belajar, tapi ternyata kurang efektif. Makanya saya coba tambahkan metode belajar sambil bermain, ternyata siswa-siswa saya antusias sekali,” jelasnya.

Semangatnya dalam mencerdaskan anak-anak bangsa negeri ini tidak hanya sampai disitu saja. Aktivitas sehari-hari di penempatan banyak dihabiskannya dengan mengisi kegiatan yang lagi-lagi membawa banyak manfaat seperti memberikan les kepada siswa-siswa yang membutuhkan tambahan pelajaran atau mengerjakan PR. menjalani kegiatan sore menyenangkan bagi anak-anak sekitar tempat tinggal (istana anak).Selain itu, kegiatan Malam Bina Taqwa(Mabit) untuk anak-anak sekitar tempat tinggal pun dilaksanakan setiap 2 kali seminggu. Dalam kegiatan mabit biasanya April mengisinya dengan dongeng kisah tauladan.

Mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa dalam misi kemanusian, membuatnya tidak patah semangat meskipun keadaan yang dilaluinya sangatlah sulit meski mengabdi di perbatasan. Bagi April, menginvestasikan ilmu bagi anak-anak khususnya di daerah perbatasan adalah tugas mulia.

“Ini tugas mulia, dan saya yakin ini investasi akhirat. Mengabdi dengan rasa ketulusan akan menimbulkan kebahagian tersendiri, bila dijalankan dengan tulus dan ikhlas,” pungkasnya tersenyum. (uyang).Sumber : http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

diskusi3    Jampang (05/01/2015)

Gemuruh semangat nampak terlihat di wajah para peserta dalam acara diskusi budaya DJampang Festival 2014 yang di selenggarakan di Zona Madina Dompet Dhuafa pada sabtu 27 september 2014, di pelataran Kawasan Wisata D’Jampang, Kemang, Bogor, Jawa Barat.Adapun pesertanya di ikuti oleh kurang lebih 60 orang, terdiri para Pesilat & masyarakat umum.Perguruan Silat yang hadir meliputi P.S.Beksi Merah Delima Indonesia (BMDI), Silat Gerak Paseban, Gerak Gulung Budidaya, Silat Sera, Satria Muda Indonesia (SMI), Perisai Diri & Tifan Fokan.

Yayan Rukmana, Direktur Pengembangan Zona Madina Dompet Dhuafa mengatakan , kegiatan Diskusi Budaya ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar Pesilat di Kampoeng Silat Jampang(KSJ).

“Kegiatan Diskusi Budaya ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Hajatan Akbar DJampang Festival VI, 27 – 28 Desember 2014.Semoga dengan 6 tahun berjalannya KSJ, Desa Jampang Semakin maju & berkembang karena pengembangan Pencak Silatnya ”.Ujarnya

Acara ini di awali dengan parade Silat dari masing – masing perguruan dari Pukul 09.00 – 12.00. Kemudian setelah Ba’da Zuhur di barulah mulai acara diskusi budaya.

Bpk.Moh.Arifin Purwakananta selaku dewan Pembina KSJ mengatakan bahwa Silat bukan merupakan objek, tapi subjek.Fokusnya ialah mendorong Silat untuk bisa menyumbang sesuatu bagi Desa Jampang.

“Harapan saya Silat bisa mendorong Wisatawan berkunjung ke Jampang & menyedot Devisa seperti Kungfu Shaolin yang ada di China.Kalau Silat belum bisa mendorong Wisatawan datang ke Jampang, ya salah di kita, karena Silat itu sendiri sudah mashur, Silat sedang di gali ilmunya & di undang kesana kesini ”.tegasnya dengan penuh semangat.

Adapun Kades Jampang Bpk.Wawan Hermawan Amd. mengatakan bahwa Desa ini ialah milik semua perguruan Silat.

“Kita harus mempersiapkan jati hidup SDM, sehingga infrastruktur yang di miliki bisa berkembang” tuturnya.

Kegiatan ini selesai pada Pukul 16.00.dan di ahiri dengan Fotografi Silat dari berbagai macam Perguruan.(Alam)

Read Full Post »

Aminah_bersama_sang_suami_dan_putri_kecilnya_yang_tengah_sakit._   Jampang (23/12/2014)

Setiap ibu dibelahan dunia manapun selalu mengharapkan kedua buah hatinya dalam kondisi yang sehat. Begitu juga yang diharapkan Aminah (36), seorang ibu rumahtangga yang tinggal di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Baginya, kesehatan buah hatinya menjadi prioritas utama yang menjadi fokus perhatiannya.

Namun, perasaan gelisah pun mulai menghampiri ibu yang baru memiliki seorang putri ini. Lutfia Anida, putrinya yang berusia 1 tahun, didiagnosa oleh dokter terserang penyakit usus buntu, sejak sakit dibagian perut sebelah kiri telah dirasakannya sebulan yang lalu.

“Saya cemas banget. Kalo malem sering nangis pegang-pegang perut katanya sakit di sebelah kiri. Saya langsung bawa aja berobat ke sini,” ujarnya saat mendatangi klinik Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa pada Jumat (12/12) lalu.

Rasa sakit yang dikeluhkan sang anak membuat Aminah sangat terpukul. Ia pun tak pikir panjang lagi. Bersama sang suami, ia langsung membawa sang buah hati untuk berobat ke klinik yang memberikan pelayanan kesehatan terpadu gratis bagi kaum dhuafa ini. Ia menceritakan, awalnya sang anak sudah pernah dirujuk di salah satu rumah sakit swasta. Namun, karena biaya pengobatan yang tidak bersahabat membuatnya beralih ke klinik lain.

“Suami saya cuma buruh di matrial. Jangankan buat berobat, buat makan sehari-hari aja saya udah syukur. Apalagi saya sekarang masih tinggal sama mertua. Saya ngerasa beban aja,” terangnya.

Atas kondisi yang dialami Lutfia, lebih lanjut Aminah bercerita, bila kondisi sang anak masih mengalami sakit perut berkepanjangan selama 5 hari, sang dokter menyarankan agar Lutfia menjalani rontgen dan menunggu hasilnya. Bila positif menderita usus buntu, disegerakan untuk mengikuti tindakan medis selanjutnya.

“Dokter bilang kalo ini usus buntu, anak saya disuruh operasi. Ya saya sih cuma bisa doa dan pasrah aja sekarang, yang penting anak saya sembuh,” ucapnya lirih.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Aminah selalu berusaha untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik untuk kesembuhan sang buah hati. Kesabarannya dalam menerima cobaan dan mengurus sang anak dengan penuh keikhlasan ini semoga mampu menjadi inspirasi keteladanan bagi seluruh kaum ibu. (uyang). Sumber: http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Sosialisasi_kesehatan   Jampang (19/12/2014)

Tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa melakukan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di Sukabumi. (Foto: Dokumentasi LKC Dompet Dhuafa)

SUKABUMI—Ratusan warga Desa Kadudampit, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menerima layanan kesehatan gratis dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa di Gedung Panineungan Yawitra Asri, Selasa (16/12) lalu.

Layanan bernama Aksi Layan Sehat (ALS) tersebut digelar bekerjasama dengan Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Phala Martha Sukabumi Jawa Barat. PSBL Phala Martha merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Kemensos Republik Indonesia.

Acara tersebut merupakan rangkaian kagiatan Kemah Bakti Sosial yang diikuti oleh ratusan penyandang Disabilitas Mental dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2014.

Menurut Kepala PSBL Phala Martha, Lilit Maskurah mangatakan, Kemah Bakti Sosial merupakan salah satu bentuk kampanye sosial bagi masyarakat tentang Disabilitas Mental. Selain pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga tidak mampu dan ratusan lansia, kegiatan juga berupa pameran kerajinan tangan hasil karya penerima manfaat, pentas seni modern dan tradisional dan kerja bakti membersihkan fasilitas umum di RW 01 Desa Gede Pangrango dan RW 05 Desa Kadudampit.

Lilit mengharapkan, kegitan tersebut dapat mendekatkan masyarakat dengan penerima manfaat atau penyandang Disabilitas Mental sebagai orang yang mempunyai keterbatasan. “Mereka bukan untuk dikucilkan dan dijauhi didalam kehidupan bermasyarakat karena mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara dan warga masyarakat,” kata Lilit.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa. Menurutnya acara yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 16-17 Desember 2014 dapat berlangsung sukses atas dukungan dari beberapa sponsor satu diantaranya adalah LKC Dompet Dhuafa.

Sementara itu, Penanggung Jawab ALS LKC Dompet Dhuafa Rohayani mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan PSBL Phala Martha yang turut melibatkan LKC Dompet Dhuafa untuk membantu warga tidak mampu di Desa setempat. Pada kesempatan itu, sebelum ALS dimulai Tim Medis LKC Dompet Dhuafa memberikan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Rohayani mengatakan, bahwa ALS tersebut sekaligus sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Milad LKC Dompet Dhuafa ke 13. “Semoga keberadaan LKC Dompet Dhuafa dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” kata Rohayani.(mj/gie).Sumber: http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Charta_Peduli_2014   Jampang (18/12/2014)

Lima perusahaan mendapatkan Charta Peduli 2014 untuk kategori TOP CSR di bidang Pendidikan. (Foto: Yogi/Dompet Dhuafa)

JAKARTA—Dompet Dhuafa memberikan apresiasi kepada 20 perusahaan yang dianggap memiliki kontribusi positif dalam membangun dan memberdayakan masyarakat melalui program Corporate Social Responcibility (CSR). Apresiasi ini diberi nama Charta Peduli 2014.

Apresiasi tersebut lahir karena program CSR sejatinya sejalan dengan visi kelembagaan Dompet Dhuafa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan.

“Program Charta Peduli 2014 adalah bentuk apresiasi penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang telah mendermakan kegiatan sosialnya melalui program CSR untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan demi terciptanya tatanan sosial yang lebih baik,” kata Presiden Direktur Dompet Dhuafa Corpora dalam acara penganugrahan Charta Peduli 2014 di Radio Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (17/12).

Ismail menambahkan, pengentasan masalah bangsa akan semakin cepat jika dilakukan bersama-sama, salah satunya melalui keterlibatan aktif dari pihak lain terutama pihak swasta. Peran perusahaan dalam memanfaatkan dana CSR untuk program pemberdayaan masyarakat miskin selama ini tidak dapat dilihat sebelah mata. Sebab, faktanya program CSR juga telah banyak mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan penguatan kapasitas masyarakat di berbagai bidang.

Ismail juga berharap, dengan diberikannya apresiasi ini, kian banyak perusahaan yang akan menjalankan program CSR, dengan demikian akan makin banyak masyarakat yang terbantu. “Melalui aktivitas acara ini kami sangat berharap akan lebih banyak berbagai pihak yang tergerak dan tercerahkan dengan bahu membahu tanpa pamrih memberikan dedikasi tertinggi untuk menolong sesama mengangkat martabat dan meneguhkan pengabdiannya demi bangsa dan negeri tercinta,” ujar Ismail.

Sebanyak 20 perusahaan penerima Charta Peduli 2014 terpilih setelah melalui proses seleksi dan penyaringan yang ketat dari Dewan Juri Nasional. Kriteria yang digunakan adalah perencanaan dan visi program, cakupan dan sebaran wilayah, ketiadaan unsur SARA, peran dan partisipasi masyarakat serta memiliki dampak dan efek yang luas di masyarakat.

Berikut perusahaan-perusahaan penerima Charta Peduli 2014:

A. Bidang Pendidikan

Nama Perusahaan Kategori
TRAKINDO UTAMA TOP CSR School Capacity Building Program
EXXONMOBIL INDONESIA TOP CSR Education Development Program
TATA MOTORS INDONESIA TOP CSR Informal Education Program
CHEVRON GEOTHERMAL INDONESIA TOP CSR Achievement Scholarship Program
WARDAH COSMETICS TOP CSR Learning Partnership Program

B. Bidang Kesehatan

Nama Perusahaan Kategori
PTTEP TOP CSR Free Medical Services
DANONE AQUA TOP CSR Urban Community Clinic Program
BODYSHOP INDONESIA TOP CSR Water & Sanitation Program
BANK MUAMALAT INDONESIA TOP CSR Mobile Health Services Program
MATAHARI DEPT. STORE TOP CSR Health Promotion Program

C. Bidang Charity & Disaster

Nama Perusahaan Kategori
HEINZ ABC TOP CSR Ramadhan Charity Program
TELKOMSEL TOP CSR Social Community Program
HUAWEI TECH INVESTMENT TOP CSR Qurban Charity Program
HYPERMART TOP CSR Social Development Program
VIVA GROUP TOP CSR Disaster Recovery Program

Read Full Post »

Majelis_Taklim_Bani_Umar_Peduli_Banjarnegara Jampang (17/12/2014)

Salah satu pengurus Majelis Taklim Masjid Raya Bani Umar Bintaro, Ana menyerahkan donasi Peduli Banjarnegara ke Dompet Dhuafa. (Foto: Dokumentasi Dompet Dhuafa)

JAKARTA—Majelis Taklim Masjid Raya Bani Umar Bintaro berdonasi ke Dompet Dhuafa untuk membantu warga terdampak longsor di Banjarnegara. Donasi sebesar Rp 7.669.000 diserahkan langsung kepada Dompet Dhuafa, Selasa (16/12) di Masjid Raya Bani Umar Bintaro, Jakarta.

“Semoga berkah. Semoga bisa membantu saudara-saudara korban bencana longsor (Banjarnegara). Dan amanah ini bisa tersampaikan ke yang berhak,” ujar Ana, salah satu pengurus Majelis Taklim Masjid Raya Bani Umar, Bintaro.

Bencana longsor di Banjarnegara telah mengundang kepedulian berbagai elemen masyarakat. Sebelumnya, Perkumpulan Warga Perantauan asal Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Orang-orang Senasib dan Sepenanggungan (Formasi), Setia Hati Teratai, dan JM Group juga berdonasi ke Dompet Dhuafa. Mereka memberikan bantuan logistik makanan seperi beras, mie instan, dan alat-alat kebersihan badan seperti sabun, shampo, dll ke Posko Dompet Dhuafa di RT.02 RW. 03 No.55 Dusun Suren, Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara ada Senin (15/12) malam. (gie).Sumber: http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Older Posts »