Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2014

DMC_Siagakan_Tim_SAR_Antisipasi_Banjir  Jampang  (01/12/2014)

TANGERANG SELATAN—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyiagakan tim Safe and Rescue (SAR)guna mengantisipasi munculnya banjir tahunan yang mulai mengancam wilayah Jakarta. Hal ini menyusul musim hujanyang kembali datang.

“Kami sudah siapkan sejumlah perahu karet termasuk perahu bermesin dan kayak yang siaga di sejumlah wilayah,” kata Koordinator Siaga Banjir DMC Dompet Dhuafa, Abdul Aziz di Markas DMC Dompet Dhuafa di Tangerang Selatan, Rabu (26/11).

Ia menyebutkan, tim SAR dengan peralatannya itu disiagakan selama 24 jam di Markas DMC Dompet Dhuafa untuk memantau terus lima lokasi yang menjadi langganan banjir bila hujan turun cukup lebat.

“Itu artinya, tim SAR setiap saat siap diterjunkan ke lapangan bila di air mulai memasuki pemukiman warga,” ujar Abdul Aziz.

Sementara itu, Koodinator Pelatihan DMC Dompet Dhuafa, Sanadi menyebutkan pihaknya terus menggelar rangkaian simulasi water rescue untuk meningkatkan kesiapan dalam menanggulangi bencana banjir. Termasuk juga penyiapan dan pelatihan teknik pertolongan di dalam air bagi relawan dari RANITA UIN Syarif Hidayatullah.

“Simulasi kita fokuskan untuk relawan yang akan diturunkan untuk proses evakuasi nantinya bila terjadii banjir di Jakarta,” kata Sanadi.

Ia juga menyebutkan pelatihan juga dimaksudkan untuk memperkuat posko pengendalian banjir. “Kami sekarang sedang mempersiapkan langkah penanggulangan bencana di Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Makanya kami kumpulkan relawan untuk ikut water rescue,” ujarnya.

Adapun dalam simulasi water rescue kali ini, relawan diminta belajar mengoperasikan perahu mesin dan mengevakuasi korban yang hanyut di air. Personel dibagi menjadi dua regu utama yakni regu perahu mesin dan perahu kayak. (sigit/gie)

Iklan

Read Full Post »

wulandari-pasien-lkc-dd  Jampang (28/11/2014)                                                                 Wulandhari saat menyerahkan koin donasi yang ia kumpulkan kepada Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa. (Foto: Dokumentasi LKC Dompet Dhuafa)

Lima tahun menjadi penerima manfaat Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa tidak membuat Wulandhari (34) berdiam diri. Ia tidak ingin diam hanya menjadi penerima manfaat. Ia juga bertekad dapat berbuat lebih untuk kebermanfaatan orang lain.

Hal itulah yang menjadi alasan Wulandhari mengadakan gerakan koin peduli. Warga Kelurahan Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang ini mengajak teman dan tetangga sekitar mengumpulkan koin untuk didonasikan ke LKC Dompet Dhuafa.

“Saya gak mau hanya nuntut hak saja di LKC tanpa bisa berbuat sesuatu untuk lembaga yang sudah lima tahun membantu keluarga saya,” ujar Wulandhari saat menyerahkan donasi Koin Peduli belum lama ini.

Menurut Wulandhari, ide gerakan kumpul koin itu berawal ketika anak bungsunya Nadia Deswita Maharani(5) yang didiagnosa oleh dokter LKC Dompet Dhuafa menderita Craniosynosteis. Penyakit yang menimpa Nadia merupakan kelainan berupa penutupan sambungan tulang kepala yang terlalu dini. Penyakit yang diderita Nadia tersebut mengharuskannya mengkonsumsi susu.

“Susu untuk anak saya ini menggunakan susu formula kaleng. Nah susu itu pemberian LKC,dalam sebulan dikasih 12 kaleng susu, ”katanya.

Kaleng bekas susu yang terus menumpuk tersebut ia memanfaatkan sebagai celengan untuk gerakan Koin Peduli. Setiap bulannya, ia sebar kaleng susu kosong sebanyak 10 kaleng. Setelah kaleng terisi, ia serahkan ke LKC Dompet Dhuafa untuk dimanfaatkan.

“Awalnya saya bingung kaleng susu bekas itu mau dikemanain. Kalaupun saya jual juga harganya gak seberapa, akhirnya kaleng tersebut saya buat celengan untuk uang koin,” ungkap ibu tiga anak ini.

Alasan Wulandhari mengumpulkan uang logam dalam celengan karena keberadaan uang koin saat ini kurang berarti di mata sebagian masyarakat. Ditambah lagi, uang koin dari kembalian belanja sering kali diterima Wulandhari.

”Agar ada manfaatnya, saya kumpulkan uang koin itu dalam kaleng susu. Karena untuk berdonasi tidak harus kaya, namun dengan uang receh koin pun jika dikumpulkan akan besar nialinya,” terangnya. (gm/den/gie).                                           Sumber: http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

audiensi_dengan_Wapres_JK Jampang (27/11/2014)

Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi saat melakukan audiensi dengan Wakil Presidan Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta. (Foto:Uti/Dompet Dhuafa)

JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, M. Jusuf Kalla mendukung program pendidikan Dompet Dhuafa (DD) dengan menawarkan beasiswa S2 di luar negeri atas biaya negara dan pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk pendidikan kejuruan.

Dukungan tersebut disampaikan Wapres yang akrab disapa JK ini saat menerima audiensi jajaran pimpinan DD, yakni Ketua Dewan Pembina DD, Parni Hadi, Presiden Direktur DD Corpora, Ismail A. Said dan Direktur Eksekutif DD Filantropi, Yuli Pujihardi di kantor Wapres, Rabu (26/11).

Dalam audiensi tersebut, Pimpinan DD kepada Wapres perkembangan DD sebagai lembaga kemanusiaan yang telah 21 tahun berkiprah. Di bidang pendidikan, DD menyelenggarakan berbagai program, di antaranya SMART Ekselensia Indonesia (sekolah gratis unggulan untuk dhuafa), Beastudi Indonesia (beasiswa untuk mahasiswa), Sekolah Guru Indonesia (pelatihan guru transformatif), Institut Kemandirian (pelatihan keterampilan kerja), Makmal Pendidikan (riset pendidikan dan pelatihan manajemen sekolah di daerah marginal), dan Kampus Bisnis Umar Usman.

Terkait beasiswa S2 di luar negeri, JK menuturkan, pemerintah menyediakan dana sebesar Rp 16 triliun. Penggunaan dana tersebut baru digunakan sebagian.

JK pun berpesan bagi siapa saja yang berminat mendaftar beasiswa tersebut untuk mempersiapkan diri. “Tolong siapkan bahasa Inggrisnya, harus lulus TOEFL. Kelemahan terpokok calon kita di situ,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, pimpinan DD memutuskan akan segera mempersiapkan kursus pendidikan bahasa Inggris seperti TOEFL. Nantinya, kursus ini terbuka untuk umum dan akan diselenggarakan di Kampus Bisnis Umar Usman Dompet Dhuafa, Jakarta. Bagi yang tidak mampu, biaya kursus akan ditanggung oleh DD.

Tentang pemanfaatan BLK, JK menilai kebanyakan BLK sekarang kurang optimal pemanfaatannya. Ia minta DD dan pihak lain yang tertarik untuk mengirim peserta ke BLK. Pada tahun 2010 lalu, JK telah meresmikan Institut Kemandirian DD yang melatih pemuda yang tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan minim keterampilan dengan berbagai keterampilan seperti teknisi hand phone, servis motor, kursus kecantikan, dll.

JK juga menekankan perlunya pendidikan kewirausahaan seperti yang telah dilakukan oleh DD dengan mendirikan Kampus Bisnis Umar Usman. Kampus bisnis tersebut didirkan untuk mencetak para pengusaha melalui Program Pendidikan D1 dengan pengajar berasal dari praktisi bisnis usaha kecil dan menengah (UKM).

JK pun mengapresiasi program-program DD yang meliputi program pemberdayaan ekonomi, kesehatan dan pendidikan. “Pokoknya harus seimbanglah kehidupan dunia dan akhirat” pungkasnya. (gie).Sumber:http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

RST  Jampang (25/11/2014)

BOGOR –Instalasi Penunjang Medik yang terdapat di sebuah rumah sakit tanpa dipungkiri memiliki sebuah peranan penting dalam pelaksanaan layanan kesehatan bagi pasien. Hal tersebut termasuk di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa sebagai rumah sakit yang menjadikan dhuafa sebagai pasien utama. Jumlah penerima manfaat layanan pemeriksaan penunjang medis di RST Dompet Dhuafa mengalami peningkatan sejak beroperasi Juli 2012 lalu.

“Untuk pemeriksaan laboratorium jumlah pasien yang mendapatkan layanan sebanyak 1.612, kemudian jumlah meningkat di tahun 2013 sebanyak 10.510 dan di tahun 2014 ini sampai dengan bulan Oktober telah menerima pemeriksaan laboratorium sebanyak 12.532 pasien,” ucap Kepala Instalasi Penunjang Medik, drg. Sopan Effendi.

Unit laboratorium RST Dompet Dhuafa sendiri saat ini memiliki 8 petugas analis kesehatan yang bertugas melayani pemeriksaan untuk rawat jalan dan rawat inap selama 24 jam. Menurut Sopan, jumlah petugas saat ini relatif seimbang dengan jumlah pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang dan fasilitas/alat-alat yang tersedia.

“ Dari segi fasilitas tentu masih banyak yang harus dilengkapi seperti alat PTA (Plasma Tromboplastin Antecedent)-PTT(Parsial Protrombin Time) untuk pemeriksaan pasien yang akan menjalani operasi, pasien hemodialisa (cuci darah), pasien stroke, pasien jantung, terapi heparin, dan alat pemeriksaan CRA (C-Reactive Protein) sehubungan dengan rencana pengadaan ruang perinatologi,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Laboratorium, instalasi penunjang medis lain seperti radiologi pun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Di tahun 2012 radiologi RST melayani pemeriksaan sebanyak 638 pasien, jumlah tersebut meningkat di tahun 2013 menjadi 3302 dan di tahun 2014 menjadi 3545,” ungkap Sopan.

Unit radiologi RST sendiri hingga saat ini dapat melayani seluruh pemeriksaan diagnostik, seperti pemeriksaan tubuh bagian atas dan bawah (non kontras), dan pemeriksaan BNO IVP (pemeriksaan gambaran radiografi dari letak anatomi dan fisiologi serta mendeteksi kelainan patologis dari ginjal, ureter dan blass), pemeriksaan appendicogram (pemeriksaan untuk mendeteksi usus buntu), pemeriksaan rontgen gigi dan pemeriksaan USG (ultrasonografi).

“Seluruh pemeriksaan diagnostik tersebut menggunakan mesin X-Ray yang telah menggunakan komputer, mesin X-Ray Dental untuk rontgen gigi, dan USG 2 Dimensi,” ungkap Sopan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari unit Radiologi RST, dengan jumlah penerima manfaat yang semakin meningkat jenis layanan pemeriksaan penunjang radiologi pun semakin bervariasi.

“Belakangan ini banyak sekali pasien yang membutuhkan layanan pemeriksaan CT Scan. Dalam 1 bulan kurang lebih ada 10 pasien yang kami rujuk ke luar untuk menjalani CT Scan karena ketidaktersediaan alat,” ucap Angga salah satu radiografer.

Angga pun menambahkan selain CT Scan, beberapa pasien pun ada yang membutuhkan pemeriksaan MRI (Magneting Resonance Imaging) yang juga harus dirujuk luar karena alat belum tersedia.

Sopan pun berharap seluruh fasilitas penunjang medis seperti laboratorium dan radiologi yang ada di RST Dompet Dhuafa dapat segera dilengkapi.

“Insya Allah di awal tahun 2015, laboratorium akan menambah alat hemostasis. Semoga untuk kedepannya alat – alat yang lain pun dapat segera terpenuhi sehingga pelayanan lebih maksimal dan juga dapat menekan biaya pemeriksaan pasien yang harus menjalani pemeriksaan di luar RST,” tutup Sopan. (tie/gie).Sumber: http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Penerima_manfaat_bedah_rumah    Jampang (21/11/2014)

Tukik (63) beserta istri Nurfiah (60) penerima manfaat LPM Dompet Dhuafa saat berfoto dirumahnya.(Foto: Dokumen Dompet Dhuafa)

Senyum kesabaran masih nampak jelas terlihat di wajah kedua pasangan suami istri ini. Tinggal di rumah dengan kondisi yang sudah tidak layak huni selama berpuluh-puluh tahun tidak membuat Tukik (63) dan istrinya Nurfiah (60) mengeluh dan berputus asa dalam menjalani hidup. Mereka dengan penuh kesabaran dan keikhlasan menerima keadaan yang ada.

Meski demikian, bukan berarti Tukik dan sang istri berputus asa dengan keadaan yang ada. Bertahun-tahun merasakan air hujan yang sering masuk dari celah-celah atap yang sudah bocor, serta merasakan dinginnya angin malam yang datang melalui dinding bambu anyaman yang telah rapuh seiring berjalannya waktu membuat mereka ingin sekali merenovasi rumah yang menjadi harta satu-satunya yang dimiliki.

Namun apa daya? Profesinya sebagai kuli pasir dengan penghasilan yang sangat tidak menentu membuatnya mengubur jauh-jauh keinginannya untuk merenovasi rumah. Penghasilan dari jerih payahnya tersebut hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari ia bersama istrinya. Ketiga orang anaknya telah berkeluarga dan memilih hidup mandiri.

Bagi pria lanjut usia yang tinggal di Kampung Cipinang RT 2 RW 3 Kecamatan Rumpin, Tangerang ini, merenovasi rumah menjadi keinginannya saat ini. Tukik sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan ia beserta sang istri, bilamana hujan tiba dan angin malam selalu datang menjadi tamu yang membawa ancaman kesehatan bagi keduanya.

Kini, Tukik dan Nurfiah hanya bisa berdoa dan terus berharap suatu saat ada seorang yang dermawan yang mau membantu ia dan keluarga, agar rumahnya kembali nyaman dan aman.

Alhamdulillah, doa yang dipanjatkan Tukik dan keluarga setiap harinya terjawab sudah. Dengan rahmat Allah, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) membantu keluarga kecil ini merenovasi rumahnya.

Rasa syukur tak henti-hentinya dipanjatkan Tukik beserta istri. Kini, rumahnya layak kembali untuk dihuni. Inilah buah manis dari perjuangan orang yang terus bersabar dan berjuang dalam menjalani hidup. (uyang).Sumber: http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

sastra  Jampang (19/11/2014)

(Parung)Zona Madina Dompet Dhuafa bermitra dengan DIMMA(Dimensi Manusia) training Center menyelenggarakan acara Training Keluarga Samara(Sakinah Mawahdah Warohmah) pada hari sabtu,(15/11/2014) di Aula Dzikir Zona Madina ini di hadiri oleh sekitar 12 orang yang terdiri dari 6 pasangan suami istri.

Diadakan kegiatan ini bertujuan untuk membangun keluarga Islami yang Sakinah, Wamahdah, Wa rohmah, sebab seseorang hanya akan bisa mendapat kebahagian bila berada dalam nilai – nilai Keislaman. Ungkap Mas Imam(Direktur Radio Komunitas Swara Cinta).

Seminar ini di bagi menjadi 2 sesi utama.Sesi pertama mengambil topik “Keluarga Islami, keluarga bahagia”, dan di sampaikan oleh Bpk.Ahmad Sastra.Dalam materi ini di bahas tentang membangun keluarga islami yang Sakinah Mawahdah Warohmah dengan di kemas dengan beragam games edukasi yang uniq & menarik.Sebelum memulainya, peserta di wajibkan meneriakan yel – yel training keluarga Samara: “CINTA – MULIA – BAHAGIA…ALHAMDULILLAH”. Game yang pertama adalah menimbang cinta, kedua menimbang kemuliaan sikap, ketiga menimbang kesyukuran.”Tujuan dari games ini adalah sebagai simulasi untuk menyampaikan rasa kesyukuran pada pasangan”.Ungkap Bpk.Ahmad Sastra.

Sebelum menuju ke sesi yang ketiga peserta di beri waktu untuk isoma & pembagian doorprize…kemudian acara di lanjutkan dengan sesi ke tiga.Pada sesi ketiga ini, ada dua materi yang dibahas. Materi tersebut antara lain adalah “Membentuk anak Soleh & membangun keluarga Sakinah Mawadah Warahmah (SAMARA) dalam Konsepsi Islam” oleh Bpk.Ust.Budi Santoso.Mpd. Sama halnya dengan sesi kedua, pada sesi ini juga di suguhkan dengan beragam games edukasi yg uniq & menarik.Adapun games yang pertama adalah senam muka, Simulasi ketatan perintah Imam dengan PBB, ke tiga dekrarasi & komitmen keluarga SAMARA serta pemberian setangkai bunga sepasang suami istri.

“ Ada 4 langkah untuk mewujudkan keluarga SAMARA, diantaranya adalah : Memahami tujuan berkeluarga, menyadari faktor pembentukan keluarga sakinah, mensyukuri anugrah & optimalisasi peran”.jelas Konsultan Psikologi ini. Senada dengan pernyataan tersebut, Bpk.A.Sastra berpesan, “Setiap aturan yang telah ditetapkan oleh Allah melalui Al-Qur’an dan hadis semuanya bermuara kepada kemaslahatan manusia, oleh karena itu mari bersama-sama membangun rumah tangga samara”. (Alm)

“ Ada 4 langkah untuk mewujudkan keluarga SAMARA, diantaranya adalah : Memahami tujuan berkeluarga, menyadari faktor pembentukan keluarga sakinah, mensyukuri anugrah & optimalisasi peran”.jelas Konsultan Psikologi ini. Senada dengan pernyataan tersebut, Bpk.A.Sastra berpesan, “Setiap aturan yang telah ditetapkan oleh Allah melalui Al-Qur’an dan hadis semuanya bermuara kepada kemaslahatan manusia, oleh karena itu mari bersama-sama membangun rumah tangga samara”. (Alam)

Read Full Post »

IQA_2014   Jampang  (19/11/2014)

Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi (tengah) menerima penghargaan Indonesia Quality Award 2014 dari Ketua Umum Indonesia Quality Award Foundation Orie Andari Soetadji (kanan) di Jakarta, Senin (17/11). (Foto: Yogi/Dompet Dhuafa)

JAKARTA—Dompet Dhuafa meraih penghargaan Indonesia Quality Award 2014 (IQA 2014) yang diselenggarakan Indonesia Quality Award Foundation (IQAF). Penghargaan diraih menyusul Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa yang telah menerapkan Kriteria Kinerja Ekselen “Malcolm Baldrige for Performance Excellence” (MBCfPE).

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum IQAF Orie Andari Soetadji kepada Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi pada acara Penganugerahan IQA 2014 di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (17/11). Dalam penganugerahan tersebut, Dompet Dhuafa merupakan satu-satunya organisasi nirlaba yang mendapat penghargaan.

“Saya mengapresiasi Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa yang telah menerapkan Kriteria Kinerja Ekselen Malcolm Baldrige for Performance Excellence di organisasinya. Satu-satunya organisasi nonprofit yang meraih penghargaan IQA 2014,” kata Ketua Umum IQAF Orie Andari Soetadji.

Indonesian Quality Award adalah suatu ajang pemberian Penghargaan Nasional bagi organisasi yang menunjukkan tingkat keberhasilan dalam perspektif “Global Image” berdasarkan penilaian menggunakan MBCfPE. Penghargaan IQA diberikan kepada sebuah organisasi, perusahaan atau institusi sebagai pengakuan atas keunggulan kinerjanya yang merepresentasikan kualitas sistem (process & results) mereka.

Hingga saat ini, pengaugerahan IQA telah diselenggarakan sebanyak 10 kali sejak tahun 2005. Pada IQA 2014, sebanyak 13 organisasi yang terdiri dari bidang pendidikan, bisnis kategori menengah, dan bisnis kategori besar.

Bagi Dompet Dhuafa, penghargaan ini menjadi bukti bahwa untuk melayani kaum dhuafa atas nama kerja kerelawanan atau kedermawanan seseorang harus profesional tidak boleh kerja asal-asalan. “Justru sebagai lembaga nirlaba, dan disebut yang pertama kali masuk (mendapat penghargaan), kami menunjukkan terbuka untuk dinilai oleh siapapun,” kata Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi.

Dengan menunjukkan kinerja yang profesional dalam melayanai kaum dhuafa, lanjut Parni, Dompet Dhuafa bisa mendapatkan kepercayaan publik. Lebih lanjut, ikhtiar melayani dan memberdayakan kaum dhuafa dengan standar mutu unggulan untuk memutus rantai kemiskinan kaum marjinal pun semakin geliat.

Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini yang turut hadir dalam Penganugerahan IQA 2014 menyatakan akan mencoba menerapkan Kriteria Kinerja Ekselen MBCfPE di beberapa divisi lain. “Bukan hanya divisi lain, mungkin seluruh Dompet Dhuafa akan coba kita aplikasikan. Mudah-mudahan ke depan akan semakin bagus lagi,” ujarnya. (gie).Sumber: http://www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Older Posts »