Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2014

IMG01504-20140608-1238 Akhir – akhir ini pengetahuan  bela diri praktis bagi kaum perempuan terasa menjadi sangat penting mengingat tingkat kejahatan yang menimpa kaum hawa ini semakin meningkat. Dengan memiliki pengetahuan bela diri praktis diharapkan para perempuan tidak lagi menjadi sasaran kekerasan yang dilakukan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, baik itu dari orang – orang yang dikenal dalam lingkup keluarga (kasus KDRT), maupun orang asing yang berniat jahat.

Pelatihan Silat praktis ini bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan dan mempelajari tips & trik membela diri kepada para perempuan. Hal ini menjadi sebuah solusi yang ditawarkan oleh Dompet Dhuafa kepada masyarakat melalui Paguyuban Kampoeng Silat Jampang (KSJ). Dalam pelatihan ini diajarkan jurus – jurus membela diri secara cepat namun praktis bagi kaum perempuan. Adapun yang dipelajari adalah mulai dari melepaskan kuncian, menangkis, membuka serangan, memukul, menendang, sampai menjatuhkan lawan dalam posisi terlentang. Semuanya dibawah bimbingan instruktur yang berpengalaman dan profesional. “Ini merupakan event terbuka yang akan kita laksanakan secara berkala dimana kali ini para peserta terdiri dari berbagai latar belakang, ada pegawai swasta, PNS, Siswi SMA Jakarta, Ciputat dan dari Jabodetabek,” ujar  Ketua KSJ, Bang  Saptaji  yang juga turun langsung menjadi instruktur dalam acara ini. “Pelatihannya seru banget dan sangat bermanfaat untuk kita pelajar dan khususnya para perempuan dalam menambah kepercayaan diri dan keberanian untuk membela diri,” ungkap  Salah seorang peserta dari SMAN 38 Jakarta, Sofin Azimah Qolbi. Ia pun berharap program ini bisa diadakan lagi secara berkelanjutan agar semakin banyak perempuan yang mendapatkan pelatihan semacam ini.

Silat sebagai bagian dari sebuah kekayaan budaya bangsa memang tidak hanya sekadar harus dilestarikan, tetapi juga memiliki nilai yang seharusnya menyatu dalam setiap aktifitas keseharian masyarakat. Itulah sebabnya saat ini Silat sudah mulai menjadi sebuah trend tersendiri di masyarakat yang diselenggarakan di berbagai tempat, dimulai dari ekskul sekolah sampai dengan pusat pelatihan di musholla dan perkantoran. Keinginan masyarakat akan perlunya pengembangan silat terus bermunculan, salah satunya di Desa jampang  Kab. Bogor yang tidak hanya terbentuk Paguyuban KSJ dengan tujuh perguruan silat didalamnya, tapi juga dalam pengembangan yang lebih besar lagi, Desa Jampang telah menjadi sebuah Desa Wisata Kampoeng Silat Jampang.

Kegiatan “Silat for Health and Women Self Defence” adalah salah satu program dari KSJ, selain program pembinaan dan pelatihan silat yang tersebar di sekolah – sekolah, pesantren dan lokasi umum lainnya yang ada di Desa Jampang dan sekitarnya. Menurut Direktur Pusat Pengembangan Desa Wisata Kampoeng Silat Jampang, M. Noor Awaluddin Asjhar, seluruh program yang dijalankan disini merupakan pengembangan dari konsep wirabudaya atau culturepreneurship, yakni upaya pemberdayaan melalui  pengembangan budaya lokal dengan pariwisata sebagai sektor penggeraknya. “Dengan demikian, setiap program pemberdayaan maupun wisata yang dibuat memiliki nilai pengetahuan maupun pengembangan budaya yang juga diharapkan akan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat secara lebih luas. Hal ini termasuk pada kegiatan “Silat for Health and Women Self Defence” yang penyelenggara dan pelaksana kegiatannya sebagian besar melibatkan masyarakat setempat,” pungkasnya.

Iklan

Read Full Post »

hari-lingkungan-internasional-dd-300x250 DDHK News, Indonesia — Program pelestarian lingkungan Semesta Hijau Dompet Dhuafa (DD) menggandeng Pesantren Agrokultural Markaz Syariah Bogor dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor melalui salah satu instrumennya, Sedekah Pohon.

Bertepatan dengan Hari Lingkungan Internasional 5 Juni 2014, Dompet Dhuafa menyerahkan sebanyak 5.000 bibit pohon mahoni dan 1.000 bibit pala untuk ditanam di lahan seluas 15 hektar di wilayah pesantren, di Desa Kuta, Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat.

Pesantren Agrokultural Markaz Syariah didirikan oleh Habib Muhammad Rizieq. Pesantren ini tidak hanya bergelut dalam program mencetak dai dan penghafal Al-quran (hafiz), namun juga program pertanian dan penghijauan lahan.

“Pesan yang ingin disampaikan bahwa Islam peduli dengan pemanasan global yang semakin terjadi, Dompet Dhuafa menggandeng Pesantren Agrokultural untuk sama-sama mengurangi kerusakan lingkungan,” ujar Manajer Semesta Hijau Dompet Dhuafa, Imam Alfaruq.

Kerja sama tersebut dilakukan secara simbolik oleh Imam, Habib Muhammad Rizieq, dan Edi dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dengan menanam masing-masing bibit mahoni.

“Insya Allah, dari 5.000 bibit mahoni dan 1.000 bibit pala ini akan diterima oleh mitra kita dengan target yang kita harapkan 100 KK,” ujar Imam.

Imam menuturkan, program ini diharapkan dapat memberikan nilai bermanfaat secara ekonomis, untuk masyarakat di Desa Kuta. Dari pohon Pala, buahnya dapat diolah menjadi bahan makanan dan minuman seperti manisan, sirup, rempah-rempah dan sebagainya. Buah dan daun pohon mahoni dapat dijadikan obat-obatan.

Selain itu, kedua tanaman ini mampu menahan longsor dan memiliki daun yang sangat rindang sehingga tidak hanya dapat diberdayakan hasil tanamannya, namun  juga sekaligus penghijauan lahan.

Imam menerangkan, nantinya akan ada program pendampingan (monitoring) yang bekerja sama dengan para santri Markaz Syariah dan warga, terhadap program Sedekah Pohon di desa tersebut.

“Saya hanya berharap kerjasama ini dapat berjalan baik dan lancar, dan mampu memberdayakan masyarakat desa Kuta” harapnya.

Habib Muhammad Rizieq menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap program pemberdayaan yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa ini. Dengan kerjasama yang terjalin antara Dompet Dhuafa dengan Pesantren Agrokultural Markaz Syariah dalam program penghijauan lingkungan ini diharapkan mampu berjalan dengan baik dan bermanfaat. (dompetdhuafa.org).* sumber :http://www.ddhongkong.org

Read Full Post »