Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2014

IMG-20140129-WA0028 INDRAMAYU-Dompet Dhuafa menyalurkan 4.000 liter air bersih untuk pengungsi banjir di Desa Sukadadi, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu, (29/1). Air yang dibawa menggunakan mobil tangki ini dibeli dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Hadirnya bantuan air bersih membuat para pengungsi bisa sedikit bernafas lega. Sebab, mereka akhirnya bisa mendapatkan air bersih yang selama sepekan ini sulit didapat.

“Alhamdulillah terima kasih Dompet Dhuafa bantuannya. Beberapa hari tidak ada air bersih. Jadinya, nyuci beras pakai air banjir. Kalo buat masaknya pakai air hujan,” kata Diman, salah seorang warga RT 4 RW 1 Desa Sukadadi, Indramayu.

Menurut Maizar Helmi, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang berada dilokasi, menuturkan sekitar 788 jiwa menerima manfaat air bersih tersebut. Selain aksi penyaluran air bersih, aktivitas DMC Dompet Dhuafa terkait banjir di Indramayu adalah dapur umum, aksi layan sehat, sahabat bayi, dan sekolah ceria.

“Kami sekitar sepekan lebih sudah respon. Kami buka posko di dua titik yakni Desa Sukadadi dan Desa Karanganyar. Akibat banjir, di Desa Sukadadi 10 rumah ambruk dan 14 rumah lainnya rusak ringan,” jelas Helmi. (gie) sumber : www.dompetdhuafa.org

 

Iklan

Read Full Post »

zaki JAKARTA- Sejak Selasa malam (21/1), hujan masih mengguyur kawasan Gudang Peluru, Jakarta Selatan. Sekitar 1400 pengungsi dari 35RT dan 7 RW masih mengungsi sejak banjir yang terjadi selama sepekan lamanya. Ketinggian air hingga saat ini mencapai 2,5 meter, dan menyebabkan warga masih bertahan mengungsi.

“Sebenarnya sudah sempat surut menjadi 1 meter sejak 3 hari lalu, namun hujan mengguyur kawasan ini dan intensitasnya cukup besar dan lama, sehingga air kembali tingggi, saat ini pun hujan kembali turun” jelas Aziz, relawan Dompet Dhuafa yang berada di lokasi.

Saat ini warga mengungsi dibeberapa titik seperti,di Sekolah Dasar 05 Pagi, Kelurahan, Masjid, dan Posyandu. Dalam musibah banjir  di kawasan yang memang rutin terkena banjir itu, Dompet Dhuafa telah memberikan beberapa pelayanan seperti membuka Dapur Umum di 2 titik, Sekolah Ceria, Pogram Sahabat Bayi.

“Pelayanan yang diberikan Dompet Dhuafa selama musibah banjir menimpa mereka, sangat membantu. Apalagi kami membuka Dapur Umum di 2 titik, yakni RW 3 dan RW 4. RW 3 berlokasi di TK Gedung Peluru, sedangkan RW 4 berlokasi di sekitar rumah RW setempat, karena jumlah banyaknya warga yang mengungsi ada di 2 RW ini,” jelasnya.

Menurut Aziz, hingga saat ini belum ada keluhan penyakit yang dirasakan para pengungsi. Namun, ia mengharapkan bantuan kesehatan berupa aksi layanan sehat bisa menjadi program di kawasan ini, akan tetapi kondisi air yang belum surut, menyebabkan program tersebut belum bisa berjalan.

Selain itu, bantuan seperti makanan dan air bersih menjadi prioritas utama yang sangat diperlukan bagi para pengungsi. Kebutuhan pokok tersebut menipis setelah sepekan lamanya mereka telah mengungsi.

“Untuk kesehatan, kami masih menyediakan obat-obatan untuk para pengungsi, aksi layanan belum bisa kami jalankan, mengingat kondisi yang belum stabil. Selain itu kami juga butuh makanan dan air bersih, karena bahan makanan pengungsi semakin menipis stoknya” terangnya. (uyang) sumber : www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

aksi-simpatik JAKARTA-Hujan Selasa pagi, (21/1) yang mengguyur Bundaran Hotel indonesia (HI), Jakarta Pusat tidak mengahalangi puluhan relawan Dompet Dhuafa untuk menggelar aksi simpatik. Dengan mengusung kampanye “Indonesia Siap Siaga”, mereka mengajak masyarakat di sekitar bundaran HI untuk peduli membantu saudara-saudara terdampak banjir Jakarta maupun bencana di daerah lainnya.

Mengutip data dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta, hingga Senin, (20/1)  sekitar 30.784 orang mengungsi di 140 titik pengungsian 564 RT, 349 RW, 74 kelurahan di 30 kecamatan. Belum lagi para jumlah korban bencana pada wilayah lain di Indonesia seperti Manado dan Pekalongan yang masih sangat intensif terjadi.

“Bencana banjir di tahun ini tentu berbeda dengan tahun kemarin. Tahun ini relatif meluas keseluruh wilayah Indonesia dan lebih panjang dalam durasi waktunya, untuk itu kami tetap mengingatkan dan mengajak warga Jakarta tetap siaga dan peduli”, ujar Arif Budiman, Koordinator Lapangan Aksi Simpatik pagi tadi.

Aksi yang berlangsung selama 90 menit tersebut diharapkan berdampak terhadap kepedulian kepada para korban bencana. Pasalnya, di Jakarta khususnya, para pengungsi di berbagai posko mulai terserang berbagai penyakit dan kebutuhan logistik mulai menipis. (boy/gie)   sumber : www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Babelan JAKARTA- Terhitung pada Senin, (20/1), banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek telah berjalan selama sepekan. Mengutip data dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta, hingga Senin ini sekitar 30.784 orang mengungsi di 140 titik pengungsian 564 RT, 349 RW, 74 kelurahan di 30 kecamatan.

Sepekan terdampak banjir, para pengungsi pun mulai terserang berbagai penyakit. Seperti yang terjadi di posko Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di Pasar Sentra Kaki 5 DWA, Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Saat didakan Aksi Layanan Sehat oleh tim medis Dompet Dhuafa, lebih dari 270 pengungsi mengeluh terkena berbagai penyakit. “Penyakit terbanyak diare, terutama balita. Kondisi di pengungsian membuat mereka terkena diare. Soalnya, di pengungsian tersebut  gak ada ruang tertutup,” jelas Evi, tim medis Dompet Dhuafa.

Selain diare, imbuh Evi, pengungsi pun terserang batuk dan pilek. “Wajar, soalnya pengungsiannya kan deket jalan raya. Debu gampang sekali masuk,” katanya.

Evi menuturkan, kondisi kesehatan balita menjadi perhatian lebih. Pasalnya, balita sangat rentan terhadap penyakit bila dalam kondisi seperti di pengungsian.

Tidak hanya terserang berbagai penyakit, mulai menipisnya bantuan logistik di beberapa posko pengungsian patut menjadi perhatian. Kebutuhan logistik seperti bahan makanan untuk dapur umum, air bersih, perlengkapan bayi, pembalut wanita, hingga pakaian dalam amat dibutuhkan.

Jauh dari Jakarta, warga terdampak banjir di Pamanukan, Subang, Jawa Barat setali tiga uang. Warga yang mengungsi di Posko DMC Dompet Dhuafa tepatnya di Masjid Al Muhklisin membutuhkan layanan kesehatan dan asupan logistik makanan.

“Lebih dari 3.000 jiwa yang mengungsi di sini. Mereka sudah empat hari di sini. Walau sudah ada layanan kesehatan dari masyarakat setempat, tetapi stok obat-obatan sudah mulai habis,” ujar Adi, tim Dompet Dhuafa yang berada di lokasi.

Di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, sebagian warga mengungsi di tepi jalan dengan menggunakan tenda dan terpal sederhana. Di wilayah tersebut, lebih dari 3.000 jiwa terdampak banjir dan mengungsi.

“Kebutuhan seperti bahan makanan untuk dapur umum, air bersih. Masih kurang. Logistik seperti terpal dan selimut juga. Obat-obatan terutama, banyak yang mulai gatal-gatal,” jelas Erry, tim DMC Dompet Dhuafa yang berada di lokasi. (gie) sumber : www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

JAKARTA-Dompet Dhuafa merespon cepat banjir yang melanda Manado, Sulawesi Utara. Sejak Rabu malam, (15/1) Disaster Managemen Center (DMC) Dompet Dhuafa dan relawan lokal setempat membantu proses evakuasi korban.

Tim dari Jakarta pun diberangkatkan pada Kamis siang, (16/1) untuk memperkuat aksi. Tim DMC Dompet Dhuafa dari Makassar pun merapat ke Manado.

Mengutip informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara (BPBD Sulut), kombinasi antara faktor alam dan antropogenik memicu terjadinya banjir bandang dan longsor yang masif di Sulawesi Utara pada Rabu.

Banjir melanda enam kabupaten/kota di Sulut secara bersamaan yaitu kota Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe. Data sementara dampak keseluruhan dari BPBD Sulut per Kamis siang, sebanyak 13 orang tewas, 2 orang hilang, dan sekitar 40 ribu orang mengungsi.

Indonesia siap siaga

Banjir bandang di Manado merupakan satu dari sekian bencana di Indonesia yang direspon DMC Dompet Dhuafa. Di Karo, Sumatera Utara, DMC Dompet Dhuafa menurunkan bantuan sejak masa tanggap darurat 3-7 November 2013. Hingga kini, tim masih melakukan respon penanganan bencana seperti aktivitas dapur umum dan trauma healing.

Terkait banjir yang menerjang Jakarta dan sekitarnya sejak Ahad, (12/1) lalu, DMC Dompet Dhuafa telah menurunkan bantuan di beberapa titik banjir. Di hari yang sama, DMC Dompet Dhuafa telah membuka beberapa posko penanganan bencana banjir di 10 lokasi, yakni posko Kramat Jati, Cawang, (belakang RS. Budi Asih), Jakarta Timur; posko  Margahayu, Bekasi Timur; posko Masjid Al Hikmah Bukit Cengkeh 2, Depok; posko Bukit Duri, Jakarta Selatan; posko Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan; posko Jati Asih, Bekasi; posko Rawa Buaya, Jakarta Barat; posko Kampung Pulo, Jakarta Timur; posko Muara Gembong, Bekasi dan posko Kedoya, Jakarta Barat. Dari sepuluh posko tersebut, sekitar 4.000 jiwa menerima manfaat.

Aksi penanganan banjir yang dilakukan tim DMC Dompet Dhuafa di lapangan adalah evakuasi warga yang rumahnya terdampak banjir, pendirian dapur umum, aksi layan sehat, dan trauma healing berupa aktivitas sekolah ceria untuk anak-anak pengungsi.

Meski banjir mulai surut sejak Selasa lalu, (14/1) tim tetap melakukan aksi dengan aktivitas bersih-bersih di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Aksi bersih-bersih dilakukan untuk membersihkan jalanan, selokan, dan sungai. Penanganan pascabencana tak luput menjadi perhatian DMC Dompet Dhuafa. Aksi tersebut diikuti sekitar 30 warga.

Berbagai bencana yang sejatinya dapat diprediksi ini memantik Dompet Dhuafa menggugah Indonesia bersiap siaga.

Direktur Relief dan Pemberdayaan Dompet Dhuafa Rini Suprihartanti mengatakan, kekhasan Dompet Dhuafa sejak awal dalam penanganan kebencanaan yang disertai dinamika gap sosial selalu ditindaklanjuti dengan berbagai program pemberdayaan baik di bidang pendidikan dan ekonomi. Dalam tahap respon, Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa hampir tidak pernah absen menjadi bagian tim respon menangani korban  terdampak bencana.

Dalam pengalaman Dompet Dhuafa selama di lapangan, sudah mendesak negara untuk merumuskan pendekatan-pendekatan baru dalam penanganan bencana. Sebuah paradigma yang terintegrasi untuk kolaborasi sumber daya sosial, bukan hanya di tahap respon.

Paradigma yang ditawarkan sebagaimana model penanganan bencana Dompet Dhuafa lakukan selama ini. Sungguh bangsa ini memiliki modal sosial berlimpah dan bisa bersegera turut andil, di tahap respon, recovery, maupun tindakan preventif. Baik psikolog, dokter, pengusaha, teknokrat, volunteer, termasuk lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa. Terlebih Indonesia berada dalam kawasan ring of fire. (gie) sumber : www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

opini-daun-katuk-tingkatkan-produksi Zona Madina-Jampang – Selain memperlancar dan meningkatkan produksi air susu ibu (ASI), ternyata daun katuk yang populer sebagai sayur ini juga bisa untuk meningkatkan produksi susu kambing. Menurut Bangun Dioro, pemilik Bangun Karso Farm (BKF), daun katuk yang dicampur dengan pepaya dan kedelai kemudian direbus dengan air dapat meningkatkan produksi susu kambing.

“Komposisinya, daun katuk jumlahnya dua unting, dan pepaya serta kedelai satu gelas (sekitar 1 ons) kemudian direbus dengan air,” jelas Bangun saat dihubungi di Desa Palasari, Cijeruk, Bogor, Selasa (3/4).

Berdasarkan genetika, kambing Sanen yang diberi minum ramuan daun katuk dapat meningkatkan  produksi susu hingga satu liter, sementara kambing etawa bisa meningkat hingga 0,3 liter.

“Kambing yang tidak diberi minuman ramuan daun katuk produksi susunya hanya 2,5 liter per hari. Namun setelah diberi minuman produksi susu kambing meningkat menjadi 3,5 liter per hari,” ujar pria yang masih aktif di TNI-AD ini.

Bangun menjelaskan, tiap kambing cukup diberi minum sehari sekali. Dan waktu memberi minum sekitar pukul 12.00 WIB. “Airnya diminumkan kaya bikin tegean,” ungkap mitra usaha Kampoeng Ternak ini.

Hingga kini, racikan minuman hasil temuannya masih efektif untuk meningkatkan produksi susu kambing. Dan berdasarkan hitungan usaha pun bisa menutupi biaya pokok. Namun, sejak bulan lalu harga daun katuk menjadi mahal sekira Rp 5 ribu per kilo. “Sebelumnya saya beli daun katuk ke tetangga, namun karena harganya naik, maka saya taman sendiri saja,” imbuh Bangun. [cip] sumber :http://kampoengternak.or.id

Read Full Post »

Foto-respon-banjir-2014 Zona Madina-Jampang (13012014). Disaster Managemen Center (DMC) Dompet Dhuafa merespon banjir di beberapa titik di Jakarta. Lokasi yang direspon DMC Dompet Dhuafa  di antaranya Cawang (Jakarta Timur), Pondok Labu (Jakarta Selatan), Jatinegara (Jakarta Timur), Margahayu (Bekasi Timur), dan Cimanggis (Depok).

Sejak Ahad, (12/11) tim DMC Dompet Dhuafa melakukan berbagai aksi evakuasi warga terdampak banjir di setiap wilayah tersebut. Tim pun lantas mendirikan posko banjir seperti di jalan Tanjung Sanyang RW 08, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Di Margahayu, Bekasi Timur, tim mengevakuasi warga korban banjir di Jalan Kartini Gang Mawar 6 RT 08/03. Korban Banjir dievakuasi ke dua titik pengungsian, yakni di kantor RW03 dan Musholla Al-Khoir.

Sementara di Cimanggis, Depok, berdasarkan pantauan langsung DMC Dompet Dhuafa, kondisi banjir telah merendam 3 perumahan di antaranya Bukit Cengkeh 1-2 dan Perumahan Cimanggis Country. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Kali Laya Cimanggis, Depok.

Hingga Senin pagi ini, (13/1) tim DCM Dompet Dhuafa terus melakukan koordinasi dan penurunan tim ke lapangan. (gie) sumber : www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Older Posts »