Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2013

Setelah menerobos Sungai Musi kurang lebih selama 1,5 jam, rombongan tim medis dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa (DD) Sumatera Selatan bersama Ukhuwah Center Palembang di Pesantren Diniyah Al Muhajirin Desa Sumber Makmur Jalur 20 Kecamatan Muara Padang Banyuasin.

Hari itu, Selasa (27/8), LKC DD Sumsel menggelar kegiatan Aksi Layan Sehat (ALS) di lokasi tersebut. Rombongan yang berjumlah 17 orang tersebut, tiba di lokasi pada pukul 09.30 dan disambut langsung oleh Hasbi, selaku Pimpinan Pesantren Diniyah Al Muhajirin.

Setelah beristirahat sebentar di salah satu ruangan, tim langsung bersiap dengan tugasnya masing-masing. Warga yang telah diberitahu sebelumnya, terlihat telah mengerumun di lokasi. Antusiasme terpancar dari wajah-wajah mereka.

Sebelum dimulai pengobatan, dilakukan dua kali penyuluhan secara terpisah, yakni Penyuluhan tentang Penyakit TBC untuk orang dewasa dan Penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah untuk para siswa.

Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan pengobatan yang ditangani oleh Dokter Ferdi. Sementara anak-anak siswa diajak bermain beraneka Games Edukasi. Di sela kegiatan, LKC DD Sumsel mengajak urun rembuk bersama dengan masyarakat dan perangkat Desa Sumser Makmur mengenai niat mereka untuk mendirikan Pos Sehat di wilayah tersebut.

Agus Wandi Head of Corporate Fundraising DD Sumsel mengatakan, masyarakat sangat menginginkan ada Pos Sehat di Desanya. “Untuk sementara, kita melalui LKC telah melakukanassessment (penilaian, red) terhadap rencana pendirian Pos Sehat tersebut. Apalagi dari pihak warga sendiri, telah menyediakan tempat. Tinggal memang kita masih harus membicarakannya lebih lanjut”, ujarnya.

Dalam LKC sendiri ada beberapa jenis program yang terkait dengan layanan kesehatan sendiri. “Ada Klinik yang beroperasi setiap hari, ada Pos Sehat yang melayani setiap seminggu dua kali atau ALS seperti ini yang dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu dan tidak mengikat,” sambungnya. Sedangkan masyarakat menginginkan Pos Sehat yang bisa melayani setiap hari.

Kondisi Geografis Desa Sumber Makmur yang terletak dalam wilayah Jalur memang mengakibatkan serba terbatasnya akses ke Kota. Termasuk Puskesmas yang terletak jauh dari Desa mereka. Sehingga bukan pekerjaan yang mudah untuk tiap hari mendatangi lokasi yang didominasi oleh wilayah perairan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul empat sore. Sebanyak 165 pasien berhasil ditangani oleh Tim Medis. Menurut Rini Herdiana dari manajemen LKC, kebanyakan penyakit yang diderita warga adalah Myalgia (Nyeri Otot)ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), Chepalgia (Sakit Kepala) dan Dermatitis (Eksim). (KJ-04) www.ddsumsel.org

Iklan

Read Full Post »

CIPUTAT – Sehari hari perempuan ini berjibaku dengan waktu mencari rezeki untuk membantu roda ekonomi keluarganya. Hal itu ia lakukan untuk menyambung hidup setelah suaminya tidak mampu lagi bekerja. Apapun ia lakukan, mulai menjadi baby sitter, pembantu rumah tangga hingga menjadi buruh kuli cuci baju di tempat terdekatnya.

Dia adalah Chairiah, perempuan hebat ini berusia 52 tahun. Ia tinggal di Jalan Raya Citayam, Gang Masjid Ratu Jaya, Depok bersama suami dan kelima anaknya. Suaminya, Adi Sutrisno (64 tahun) mengalami sakit parah. Hingga tidak mampu lagi bekerja mencari nafkah. Sebelum jatuh sakit, Sutrisno bekerja di sebuah instansi swasta. Musibah menimpa dirinya saat jatuh dari tempat kerja. Sejak jatuh itulah Sutrisno praktis tak bisa lagi bekerja untuk menghidupi keluarganya.

Selain itu, Sutrisno juga mengidap penyakit paru-paru. Ia pernah menjalani rawat inap (Ranap) di RS Persahabatan Jakarta sebelum akhirnya mengetahui ada Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Ciputat. Informasi itu ia dapatkan dari seorang adiknya yang menjadi pengamen.

“Saat itu saya nggak punya uang, Neng, untuk ke LKC,” ujar Cahiriah menerawang mengingat awal mula mengenal LKC Dompet Dhuafa.

Kala itu, Chairiyah mengungkapkan, kalau ia dan suaminya diantar oleh salah seorang sopir yang bekerja di LKC Dompet Dhuafa. “Saya naik taksi diantar oleh Pak Rohim. Dan yang membayar taksi juga Pak Rohim.” Ungkapnya lirih.

Saat ia membawa suaminya yang sedang sakit, ia juga sekaligus mendaftar sebagai member di LKC Dompet Dhuafa. Sampai kini, Chairiah sudah empat tahun menjadi member LKC Dompet Dhuafa. Tak hanya dirinya yang tercatat sebagai member, tapi juga suami dan kelima anaknya.

“Syukur Alhamdulilah, Neng, Ibu ketemu LKC. Kalau enggak, ibu nggak tahu apa yang harus dilakukan. LKC sangat membantu ibu dan keluarga.” Tuturnya bahagia.

Sejak terdaftar sebagai member LKC, suaminya pernah dirawat dua kali. Masuk Ranap di klinik LKC Dompet Dhuafa Ciputat selama 17 hari dan Ranap di RST Dompet Dhuafa Parung selama satu bulan.

Selain Suaminya, Choiriyah juga mengatakan, bahwa anaknya yang pertama juga pernah dirawat di RST Dompet Dhuafa Parung karena menderita penyakit sesak nafas. Sementara Chairiah sendiri mengidap penyakit darah tinggi dan ambeyen yang membutuhkan kontrol berobat rutin.

Sesekali Chairiah berobat ke Puskesmas terdekat kalau sedang tidak mempunyai uang. Tapi ia lebih memilih berobat ke Ke LKC Dompet Dhuafa ketimbang di Puskesmas.

“Meski dari Depok ke sini jauh, saya masih mending berobat ke LKC dari pada ke puskesmas terdekat, Neng. Di Puskesmas meski dekat, tapi saya harus menebus obat. Kalau di sini, kan, obatnya juga gratis,” ungkapnya mengakhiri.(Anaz/MJ) www.lkc.or.id

Read Full Post »

PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA

Jumlah penderita kanker di Indonesia sangat tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai data kanker yang dipublikasikan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga kanker. Bahkan menurut WHO pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memprihatinkan.

Untuk kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks pada perempuan. Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita perempuan. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000

Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 (sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008) sebanyak 5.207 kasus. Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 sebanyak 8.277 kasus.

Yang perlu diketahui, data penderita kanker payudara tersebut merupakan pasien yang keluar rawat inap dengan diagnosis kanker. Jadi penderita kanker payudara sebenarnya sangat mungkin jauh lebih besar lagi.

Tumor atau kanker payudara, adalah 2 istilah yang mirip namun berbeda, karena umumnya tumor digunakan untuk kelainan jinak pada payudara, seperti kelainan fibrokistik atau fibroadenoma (FAM). Sedangkan kanker payudara digunakan untuk mengistilahkan kelainan ganas pada payudara, yang dapat menyebar dan bersifat membahayakan jiwa.

 Di antara ciri tumor payudara adalah:

1. Benjolan pada bagian mana saja dari payudara, termasuk di ketiak, bisa berukuran kecil hingga mencapai diameter 5 cm atau lebih.

2. Benjolan kenyal, berbatas tegas dari jaringan sekelilingnya, tidak sakit jika ditekan, bisa digerakkan (pada FAM); atau

3. Benjolan lunak, terasa ada cairan, nyeri bila ditekan, bisa mengecil dan membesar dengan siklus mengikuti siklus haid (Fibrokistik).

 Sedangkan di antara ciri kanker payudara adalah:

1. Benjolan pada payudara maupun di bagian yang dekat dengan ketiak.

2. Benjolan keras atau padat, tidak nyeri, batas dengan jaringan sekitar tidak jelas, tidak dapat digerakkan.

3. Biasanya disertai perubahan pada kulit payudara, mengeras atau berbentuk seperti kulit jeruk (peau d’ orange), membengkak, adanya cairan dari puting atau perubahan bentuk puting, kadang disertai timbulnya luka.

4. Jika sel kanker sudah menyebar hingga ke kelenjar limfa di ketiak, akan timbul benjolan kelenjar yang keras dan tidak nyeri.

Untuk mengecek adanya benjolan pada payudara secara menyeluruh, langkah awalnya adalah dapat dilakukan dengan menggunakan teknik SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) oleh setiap perempuan secara rutin.  

Berikut ini adalah Langkah-langkah  Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dapat dilakukan

Setiap perempjuan dewasa sebaiknya rajin memeriksa sendiri payudara-nya  secara rutin. Hal ini perlu untuk lebih mengenal bentuk dan rabaan payudara sendiri agar setiap perubahan dapat segera diketahui dan bisa segera ditangani dengan baik. Ikuti langkah-langkah berikut setiap bulan sekali, sebaiknya di setiap akhir periode menstruasi.

Berdirilah di depan cermin yang baik dengan kedua lengan di sisi tubuh dan amati payudara dan putingnya dari arah depan dan samping untuk mengetaui bentuk dan penampilan kulitnya. Ulangi lagi, dengan kedua lengan diangkat. Dengan lengan kiri tetap di atas, rabalah di sekitar payudara kiri dengan ujung jari tangan kanan. Ulangi hal tersebut dengan tangan kiri terhadap payudara sebelah kakan. Berbaringlah dengan bantal di bawah bahi kiri dan lengan kiri di bawah kepala. Raba sekitar payudara kiri dengan tangan kanan seperti langkah sebelumnya, diawali dari sisi luar ke arah putting di bagian tengah.

Periksalah daerah di antara payudara dan ketiak, dan bagian dalam ketiak, diawali dengan mengangkat lengan kiri dan lanjutkan dengan sisi lainnya. Pijat putingnya dengan lembut untuk memeriksa apakah ada cairan yang keluar. Ulangi langkah-langkah di atas dengan tangan kiri untuk memeriksa payudara  kanan.

Perlu berkonsultasi ke dokter jika selama pemeriksaan sendiri tersebut ditemukan satu dari gejalan di bawah ini, yaitu :

  1. Benjolan di payudara atau ketiak (ada tumor yang jinak ada tumor yang ganas). Gejala keduanya kadang mirip yaitu sama-sama berupa benjolan. Jadi lebih baik periksa ke dokter setelah selesai melakukan pemeriksaan sendiri.
  2. Perubahan bentuk pada payudara (kecil sebelah atau besar sebelah,
    turun sebelah, atau mengkerut sebelah). Ada sesuatu yang keluar dari putting (entah itu darah, nanah, cairan hitam atau cairan lain).
  3. Perubahan pada kulit payudara (timbul kerutan atau lekukan). Ingatlah, setelah beberapa kali memeriksa sendiri, kita akanmengenali payudara dan beberapa benjolan yang terasa normal.

Namun jika anda mencemaskan adanya suatu kelainan periksalah segera  ke dokter !

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan apakah benjolan atau kelainan saat pemeriksaan SADARI tersebut  adalah tumor atau kanker payudara. Terdapat beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan seperti pemeriksaan mammografi dan biopsi jaringan.

Terdapat 3 hal sebagai upaya pencegahan pada kanker payudara, yaitu :

  1. Pencegahan primer. Merupakan promosi kesehatan yang sehat melalui upaya menghindarkan diri dari faktor risiko diatas serta melakukan pola hidup sehat. Termasuk juga dengan pemeriksaan payudara sendiri alias SADARI.
  1. Pencegahan sekunder dilakukan pada perempuan yang memiliki risiko terkena kanker payudara, yaitu dengan melakukan deteksi dini dengan via skrining mammografi yang diklaim memiliki 90% akurat. Skrining berlaku untuk perempuan usia 40 tahun keatas, perempuan  yang harus rujuk skrining setiap tahun dan perempuan normal yang harus rujuk skrining tiap 2 tahun sekali hingga usia 50 tahun.
  1. Pencegahan tertier dilakukan pada perempuan yang positif menderita kanker payudara. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi penyakit. Bisa berupa operasi dan kemoterapi sitostatika serta pada stadium tertentu hanya berupa simptomatik dan pengobatan alternatif.

Untuk pengobatan atau penangan kanker payudara yang dilakukan secara medik dilakukan  dalam bentuk sebagai berikut ini :

  1. Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Baik pengangkatan total payudara dan benjolak di ketiak, pengankatan payudara saja maupun pengangkatan sebagian pada bagian yang terdapat kanker saja.
  2. Radiasi yaitu proses penyinaran dengan sinar X dan sinar gamma pada bagian yang terkena kanker. Ini berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.
  3. Kemoterapi yaitu pemberian obat-obatan anti kanker. Baik obat dalam bentuk pil cair/kapsul maupun melalui infus untuk membunuh sel kanker. www.rumahsehatterpadu.or.id

#dari berbagai sumber

oleh : dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)

Read Full Post »