Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2013

PHILADELPHIA- Banyaknya konflik di negara-negara berpenduduk muslim telah membuat warganya mencari suaka di negara lain, salah satunya adalah Amerika Serikat. Sejak tahun 1980-an, tercatat sekitar 1,8 juta pengungsi yang ditampung di Amerika Serikat. Mayoritas mereka berasal dari negara berpenduduk muslim seperti Sudan, Irak, Libya, Nigeria, Rohingya, dan lain sebagainya.

“Oleh karena itulah, salah satu program Dompet Dhuafa USA adalah membantu para pengungsi dari negara-negara muslim ini,” ujar Haryo Mojopahit, Area Development and Representative Manager Dompet Dhuafa USA.

Sebanyak 35 hingga 40 persen, imbuh Haryo, di antara pengungsi itu adalah anak-anak. Anak-anak tersebut umumnya datang hanya dengan ibunya sebab ayah mereka tewas dalam konflik yang berlangsung di negaranya.

“Tentu saja pengungsi yang baru tiba mengalami gegar budaya (cultural shock) di negara barunya. Pendampingan sosial Pemerintah Amerika Serikat yang hanya beberapa bulan saja dirasakan masih belum cukup,” terang Haryo.

Salah satu program Dompet Dhuafa USA dan masyarakat Indonesia di Philadelphia untuk para pengungsi ini adalah mengembangkan Al-Falah Islamic Learning Academy (AFILA). Bekerja sama dengan Indonesian Community in Greater Philadelphia (ICGP), Dompet Dhuafa USA menyediakan layanan pendidikan keislaman gratis untuk anak-anak pengungsi di South Philadelphia, negara bagian Pennsylvania.

“Sebagai pilot project, insya Allah sekitar 35 anak pengungsi dari muslim Rohingya akan belajar Islam di AFILA. Ini juga memberikan benteng keislaman bagi anak-anak pengungsi yang mengalami cultural shock di Amerika,” kata Hani White dari ICGP. (gie) dompetdhuafa.org

Iklan

Read Full Post »

 

IMG_3850pewarta2 Zona madina-Jampang (08062013), Pewarta warga sebagai bagian dari pembangunan desa pada saat ini merupakan bagian vital dalam pembangunan daerah. Warga masyarakat yang dahulu lebih memilih diam dan mengikuti apa kata penguasa, saat ini cenderung ditinggalkan dan banyak masyarakat yang memilih untuk ikut serta dalam pembangunan dengan menyampaikan gagagasan pemikiran. Dompet dhuafa pada kesempatan ini melalui zona madina mengajak masyarakat untuk sama-sama mengikuti pelatihan pewarta warga yang bertempat di Aula Dzikir Rumah Sehat Terpadu.

Pewarta warga, sebagai bagian dari pembangunan desa memang sangat diperlukan. Gagasan dan pemikiran melalui tulisan-tulisan yang disampaikan  diharapkan dapat menjadi suntikan segar dalam perencanaan masa depan. Dalam pelatihan yang dihadiri oleh perwakilan 17 Desa dari 4 kecamatan, ormas , mahasiswa dan pelajar sekolah ini mencoba memberikan energy positif kepada para peserta untuk menjadikan tulisan sebagai penyampai gagasan-gagasan yang ada, dimulai dengan teori dasar penulisan, penulisan cepat, dasar-dasar blog dan social media serta jurnalistik dan peluang kerja dan melalui pelatihan ini selain silaturahim yang terbentuk diharapkan juga akan munculnya insan-insan pewarta warga yang dapat mencerahkan daerahnya,” ujar Hadi Gintara selaku ketua pelaksana program.

Sebagai pemateri pembuka Mas S.S. Widodo atau yang biasa disebut Mas Suheng memberikan pencerahan Jurnalistik melalui games educative-nya. Mas Suheng yang dalam kesehariannya sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Swaracinta dompet dhuafa sangat mengapresiasi pelatihan ini, dikarenakan dalam pelatihan ini dompet dhuafa mengajak masyarakat untuk bisa menjadi pewarta dengan gayanya masing-masing.

Avip apibudi, salah seorang peserta pelatihan mengungkapkan, “ pelatihan ini sangat bermanfaat sekali untuk warga , khususnya diri sendiri. Melalui pelatihan ini sekarang pa avip dapat memahami apa jurnalistik, kenapa harus pewarta warga dan peranan pewarta warga bagi desanya, pondok udik. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Amiin.

Read Full Post »

JEDDAH- Sebanyak 30 Organisasi kemanusiaan berkumpul selama 3 hari (10-12/6) di Jeddah, Arab Saudi. Mereka mengikuti acara “International Workshop on Islamic Humanitarian in Todays World“  yang digelar oleh ICRC-OIC-IIRO. Ketigapuluh organisasi dunia ini bersal dari 20 negara, dan Dompet Dhuafa adalah satu satunya organisasi yang mewakili kawasan Asia Pasifik.

Acara tersebut diadakan untuk memberikan pemahaman kepada dunia civil society khususnya yang bergerak di bidang kemanusiaan atas isu isu perlindungan pekerja kemanusiaan, tenaga medis, dan korban di medan konflik. Dengan kerangka Islamic Jurisprudence dan Islamic Humanitarian Law para pembicara yang ahli di bidangnya mengantarkan diskusi dengan hangat. Tercatat Dr. Ameur Zemmali, konsultan legal ICRC jenewa, Prof Ali Al Quradaghi (pakar fiqh), Dr Cherif Atlam, Dr Moustafa Osman, General Abd Rahman ben Abd Azis.

“Event seperti ini selain untuk berbagi pengalaman dan pengayaan wawasan terkait aksi aksi kemanusiaan di berbagai belahan dunia, juga bermanfaat dalam menjalin kemitraan dan aliansi diantara lembaga lembaga kemanusiaan yang pastinya suatu saat dibutuhkan,” ungkap  delegasi Indonesia, M. Sabeth Abilawa yang merupakan General Manager Corporate Secretary Dompet Dhuafa.

Selain Dompet Dhuafa, beberapa organisasi kemanusiaan dari berbagai negara turut serta dalam acara tersebut, IHH Turki, HFI Yaman, Falah E Insaniyat Pakistan, Al Imdad Afrika Selatan, Islamic Relief Saudi, dan tentunya perwakilan perwakilan regional ICRC. Beberapa studi kasus yang diangkat dalam diskusi terkait berbagai peristiwa yang sedang hangat  terjadi di dunia islam seperti perang sipil di Syiria, ethnic cleansing di Rohingya, pengungsi Sri Lanka, kondisi Somali dan Gaza. dompetdhuafa.org

Read Full Post »