Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2013

Bogor – Nurhasanah (35),  seorang warga Pamoyanan Sari Rt.01/01 Desa Rangga Mekar, Bogor Selatan, harus menerima pil pahit karena tak dapat mendapat layanan gratis dari beberapa Rumah Sakit di wilayah Bogor, Jawa Barat.  Deni Ramdhani (30), suami Masanih, memaparkan, istrinya mengalami penyakit Sindrom Steven Jonhson selama 2 bulan, pada beberapa minggu lalu terpaksa ditolak dibeberapa pihak rumah sakit dengan alasan kamar kelas III yang biasa dipakai warga pemiliki Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) / Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) sudah penuh semua pada saat itu, Dokter akhirnya menyuruh saya mencari rumah sakit lain,” ujar pria yang biasa bekerja sebagai tukang pikul.

Dengan berat hati, Deni, begitulah sapaannya kemudian membawa sang istri yang sudah tak dapat menahan nyeri, pulang ke rumah untuk dirawat sendiri.

Awalnya ia mengetahui keberadaan RS Rumah Sehat Terpadu (RST)  Dompet Dhuafa dari salah satu Rumah Sakit Swasta diwilayah Bogor, lalu dengan bantuan ambulan gratisnya maka pasien diantar langsung ke RST.

Nur panggilan Nurhasanah, kini sudah dirawat sejak Kamis (17/1) lalu di ruang isolasi wanita dewasa lt.2 RST. ’’Yang bersangkutan awalnya konsultasi ke poliklinik, tetapi langsung disuruh rawat inap guna mendapat perawatan intensif,” kata Kepala Ruang RANAP wanita dewasa RST.

Sindrom steven johnson, terang Dokter, merupakan kumpulan gejala alergi obat pada membran mukosa. Membran ini melapisi berbagai rongga tubuh yang memiliki kontak dengan lingkungan luar dan organ internal.

’’Terkadang penderita sindrom ini tidak alergi obat saat kali pertama mengonsumsi. Namun setelah beberapa kali mengonsumsi, baru mengidap sindrom ini. Tergantung antibodinya,” jelas Dokter Visit ruangan.

Berdasarkan keterangan dari suami Nur, sindrom tersebut timbul setelah dia mengonsumsi obat jenis gargel karena indikasi awalnya sariawan. ’’Nur merasa tenggorokan dan lidahnya panas. Lalu daerah sekitar mulut menjadi bengkak,” jelas Deni yang merupakan suami Nur.

Setelah itu, mulut Nur berubah menjadi kehitaman mirip bekas luka bakar, hingga tidak bisa untuk berbicara. Nur juga menjadi sulit buang air kecil. ’’Awalnya Nur sempat muntah darah sekali. Mungkin ada infeksi di tenggorokannya,” kata Deni.

Dia baru mengetahui kalau istrinya terkena sindrom berbahaya itu setelah diperiksa secara intensif oleh pihak Dokter RST. Namun, menurut Deni, saat ini kondisi istrinya kini sudah berangsur membaik dari sebelumnya, Deni pun tak henti-hentinya mengucapkan bersyukur dan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada semua yang staf terkait di RST dan para donator Dompet Dhuafa. www.rumahsehatterpadu.or.id

Iklan

Read Full Post »

HONG KONG- Dompet Dhuafa Hong Kong (DD HK) menerima dana bantuan untuk korban banjir di Jakarta dan wilayah lainnya di Indonesia sebesar HK$ 34,504,59 dari kalangan Buruh Migran Indonesia (BMI) Hong Kong.

Dana terkumpul melalui aksi penggalangan dana yang bertajuk “Jangan Tunggu Tenggelam” dilakukan para volunteer (relawan) DDHK dibantu sejumlah aktivis organisasi BMI Hong Kong, Ahad (20/1), di sejumlah wilayah di Hong Kong, terutama di kawasan Victoria Park, Causeway Bay.

Dana bantuan bagi korban banjir juga datang dari BMI Macau sebesar HK$3000 yang terhimpun dalam pengajian bersama da’i DDHK, Herman Budianto.

Menurut General Manajer DDHK, Ahmad Fauzi Qosim, dana dari donatur Hong Kong akan dikonsolidasikan melalui dana kemanusiaan DD pusat dan seluruh cabang baik dalam maupun luar negeri.

“Dana akan disumbangkan berupa bahan pangan dan kebutuhan logistik lain bagi korban, pos kesehatan, dan layanan kesehatan,” jelasnya.

Program DD untuk penanggulangan bencana banjir akan disaurkan melalui program dapur umum, posko pengungsian, evakuasi korban, evakuasi binatang ternak, konseling, dan program pascabanjir.

Fauzi mengucapkan terima kasih kepada para relawan, donatur, muzaki, berbagai organisasi di Hong Kong dan Macau, serta seluruh Divisi DDHK  dengan antusias menyukseskan aksi penggalangan dana bantuan bagi korban bencana banjir di Indonesia.

Setelah aksi penggalangan dana, DDHK mengadakan doa bersama untuk Indonesia di Victoria Park. (rima/amy/gie)

www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

footnote-banner-dmca JAKARTA – Tingginya curah hujan yang mengguyur Bogor dan Jakarta dari semalam mengakibatkan puluhan rumah di sekitaran Cawang terendam. Warga yang mendiami RT 6 – 8 di RW 8  mulai bersiap diri mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
“Ini tinggal menunggu waktu untuk mengungsi ke rumah saudara,” ungkap Azis, salah satu warga RT 8, Selasa (8/1).
Berdasarkan pantauan Tim di lapangan, memang belum ada posko atau tempat pengungsian yang disiapkan bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Oleh karenanya warga lebih memilih mengungsi di rumah saudara atau masjid yang lokasinya lebih tinggi.
Berdasarkan assessment Tim, saat ini warga membutuhkan makanan siap saji karena mereka tidak bisa memasak. “Warga juga membutuhkan obat-obatan sebagai antisipasi,” ungkap Iwan, Koordinator Lapangan Relawan Dompet Dhuafa.
Untuk wilayah Jabodetabek, Tim Dompet Dhuafa telah disiagakan di sejumlah titik yang berpotensi seperti Cawang, Tebet, Duri Kepa, Ulujami dan berbagai wilayah lainnya. Perahu karet, ambulans dan sejumlah peralatan evakuasi sudah disiagakan untuk membantu warga.

(sumber : http://dmc.dompetdhuafa.org )

Read Full Post »

 

 

 

JAKARTA – Bencana banjir juga dialami warga Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan, khususnya RW 10 hingga RW 12. Air sudah mencapai pinggang orang dewasa, bahkwan sudah ada yang mencapai dua meter di bantaran kali. Berduyun-duyun, warga meninggalkan rumah mengungsi di tempat tinggi.

Menurut informasi dari Tim di lapangan, sedikitnya 100 keluarga meninggalkan rumah dan mengungsi di balai yang menjadi Tempat Penampungan Sementara Penanggulangan Bencana. Namun, tidak sedikit pula yang tetap bertahan untuk menjaga harta benda di rumah. “Yang penting anak bayi saya dulu yang saya selamatkan, kalau bapak nunggu di rumah,” ungkap Aminah, salah satu warga RW 10 Bukit Duri, Selasa (15/1).

Aminah menuturkan, mengingat banyaknya pengungsi balita di posko ini, kebutuhan akan susu, makanan pendamping ASI dan popok sekali pakai menjadi sangat penting. “Banyak anak yang diare saat banjir seperti ini,” tukasnya.

Pantauan Tim di lokasi pengungsian, fasilitas bagi warga sangat terbatas. Toilet yang tersedia hanya ada dua, satu untuk pria dan satu untuk wanita, sementara ada 260 lebih pengungsi yang menempati tempat ini.

Saat ini, hujan deras masih mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor dan sekitarnya. Oleh karenanya masih besar kemungkinan ratusan rumah yang akan terendam banjir. http//www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

Kunjungan Rencana Kerjasama Program Institut Kemandirian Dengan Rumah Pintar Kecamatan Rumpin Bogor

institutkemandirian.org-Jalan berliku diantara pepohonan karet sisa dari perkebun karet merupakan suasana yang bisa ditemui saat marketing komunikasi dan menejer program Institut Kemandirian Dompet Dhuafa menuju Kecamatan Rumpin Bogor Rabu 19 Desember 2012. Hampir seluruh jalan yang dilalui berlobang karena banyaknya  kendaraan besar pengangkut pasir dan batu yang melintasinya . Penduduknya sebagian besar bekerja serabutan di Jakarta membuat kondisi perekonomian di daerah tersebut perlu perhatian bagi pemerintah.

Kunjungan tim Institut Kemandirian ke Rumpin merupakan tindak lanjut dari pembicaraan staf kecamatan yang membidangi pembangunan perekonomian Kecamatan Rumpin , Bapak Tarwa yang ingin kerjasama program Rumah Pintar Rumpin dengan Institut Kemandirian. Keinginan tersebut diutarakan saat kegiatan On Job Training peserta pelatihan Institut Kemandirian dilaksanakan di Kantor Kecamatan Rumpin 8-9 Desember 2012 lalu. Saat kunjungan ternyata pengelola rumah pintar sedang mempersiapkan acara peresmian program dan gedung. Persiapan peresmian rumah pintar mendapat perhatian penuh dari Ketua Tim Penggerak PKK yang juga istri bupati Kabupaten Bogor Ibu Elly Halimah yang datang langsung ke Rumpin bersama rombongan. Saat yang sama tim Institut Kemandirian mendapatkan kesempatan berbincang dengan ibu bupati tentang rencana kerjasama program dengan rumah pintar. Beliau menyambut baik dan bisa ditindak lanjuti setelah peresmian program.
Selain dengan ibu bupati, tim bertemu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Rumpin membicarakan kerjasama pengembangan sumber daya masyarakat Rumpin melalui program Rumah Pintar. Institut Kemandirian sebagai lembaga sosial yang membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran sangat siap membantu program tersebut. Kerjasama tersebut akan diperjelas setelah peresmian sesuai arahan dari ibu bupati. Program pelatihan yang mungkin bisa kerjasma adalah fashion design, IT dan tata boga sesuai dengan fasilitas yang ada di Rumah Pintar Kecamatan Rumpin. InsyaAllah program bisa dikembangakan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti pelatihan teknisi handphone, teknisi motor, salon muslimah dan  program pelatihan lain yang ada di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Institut Kemandirian berdiri sejak 2005 fokus pada program pemberdayaan untuk kemandirian masyarakat, kini memiliki kampus dengan fasilitas belajar dan asrama di Jl Zaitun Raya Vila Rizki Ilhami Islamic Village, Karawaci Tangerang. Semua pelatihan tidak dibebankan biaya apapun dan yang berdomisili jauh dari kampus disediakan asrama serta makan. Jadi bagi yang ingin mandiri silahkan datang di Kampus Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.

Read Full Post »

PANDEGLANG–Sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Ciliman dan Cilemer. Imbasnya,  ribuan warga harus mengungsikan diri.

Terputusnya akses jalan dan rusaknya berbagai fasiltas umum membuat kondisi korban banjir menjadi terisolasi. Menanggulangi hal tersebut, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membuka dapur umum di Kampung Ciputri, Pandeglang, Sabtu (13/1).

Setiap hari dapur umum menyediakan  1500 sampai 2000 paket nasi bungkus untuk didistribusikan kepada korban banjir. Penjelasan itu disampaikan Manager Respon DMC Dompet Dhuafa, Iskandar Darussalam saat dikonfirmasi lewat ponselnya, Minggu (13/01).

Iskandar menuturkan pendisribusian dilakukan secar gotong royong. “Melibatkan relawan dan masyarakat setempat, “ katanya.

Nasi bungkus didistribusikan di posko pengungsian dan warga yang masih bertahan di rumah dengan menggunakan perahu karet.

DMC Dompet Dhuafa juga sudah menurunkan Tim Respon sejak Rabu malam (9/11/). Bersama dengan para relawan, mereka membantu mengevakuasi warga.  Sebanyak 100 warga dievakuasi dengan dengan menggunakan perahu karet.

Pantauan terhadap ancaman banjir susulan terus dilakukan oleh DMC Dompet Dhuafa dengan berkoordinasi dengan pihak BPBD dan Pemerintah setempat.

“Kami terus siap siaga dengan tim dan relawan dalam menghadapi ancaman banjir. Tidak hanya di Banten saja, tetapi di seluruh wiayah nusatara,” pungkas Iskandar. (sgt/gie) www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

rumah-toga

Program pendampingan sekolah di SDN 35 Pao-pao memasuki tahun yang ketiga atau tahun terakhir sebagai sekolah dampingan Dompet Dhuafa-Trakindo untuk fase I. Selain program pelatihan guru  dan beberapa program rutin lainnya sejak awal pendampingan, sekolah juga diharapkan menerapkan Program  Green school. Salah satu indikator penerapan Green school  adalah adanya tanaman obat di sekolah.

SDN 35 pao-pao maros Sulawesi selatan, di awal bulan Desember telah melaksanakan program pembuatan Tanaman obat di lahan kurang lebih 3×1 meter. Pemanfaatan lahan yang merupakan celah antara bangunan kelas V dengan bangunan kelas IV. Tanaman obat yang ditanam diperoleh dari swadaya siswa dan guru. Lahan yang telah dipagar dan dicat kemudian diberi nama TOSKA yang merupakan akronim dari Tanaman Obat Sekolah.

Masing – masing tanaman obat pada TOSKA nantinya akan diberi label nama. Selain pemberian label, disamping TOSKA juga akan dipasang daftar tanaman obat, khasiat dan cara penggunaannya. Langkah ini merupakan salah satu indikator dari penerapan literasi di sekolah.

Untuk pengembangan program ini, pendamping sekolah mencoba membuka komunikasi dengan Bidan kepala poskesdes terdekat. Hal ini mendapat respon yang positif dari penanggung jawab pos kesehatan desa yang merupakan bantuan dari pihak luar negeri dan Angkasa Pura wilayah makassar. Sebagai kerjasama awal, pihak poskesdes menawarkan untuk membuatkan label setiap tanaman obat yang telah ditanam. Selanjutnya khasiat dan cara penggunaan obat juga diberikan kepada pihak sekolah sebagai referensi. Kepala poskesdes bahkan menawarkan kerjasama untuk menjadikan TOSKA pada SDN 35 pao-pao sebagai binaan. Kerjasama lain bisa berupa penyuluhan kesehatan, misalnya cara mencuci tangan yang benar kepada siswa, demikian yang disampaikan bidan ketut, sapaan bidan senior penanggung jawab poskesdes saat pendamping sekolah berkunjung ke tempat tugas beliau yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah.

Semua bentuk kerjasama yang ditawarkan diatas, akan dituangkan dalam sebuah MOU antara pihak sekolah dengan pihak Poskesdes, begitu yang diharapkan oleh Bidan yang berdarah asli bali itu.

Dengan adanya TOSKA ini diharapkan bisa menjadi media pembelajaran bagi siswa dan juga menjadikan SDN 35 Pao-pao sebagai sekolah ramah lingkungan serta tujuan Tanaman obat itu sendiri yaitu mengajarkan warga mencintai obat tradisional dengan memanfaatkan tanaman yang mudah didapat dari lingkungan sekitar tempat tinggal. Darmawati – Pendamping Sekolah SDN 35 Pao-pao http://makmalpendidikan.net

Read Full Post »

Older Posts »