Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2012

SWSD-WEB2 Zona Madina-Jampang ( Minggu/23122012), Lima Puluh Perempuan berkumpul pagi ini di Bale Riung Kampoeng Silat Jampang (KSJ)  untuk mengikuti pelatihan Beladiri Silat. Pembelajaran silat yang dipimpin oleh instruktur Kang Iwan Setiawan dari perguruan Silat Cikalong bersama tim, kali ini memberikan pengetahuan kepada para peserta tentang bagaimana melakukan pertahanan diri serta tips dan triknya.

Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember kemarin, Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang bergerak di bidang penghimpunan, pengelolaan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah dan wakaf serta dana sosial halal dan legal lainnya dengan melaksanakan pelatihan ini secara kelembagaan bermaksud untuk melestarikan budaya Seni Beladiri Silat yang merupakan warisan dan kekayaan nasional serta diharapkan dapat memunculkan pemikiran pentingnya Beladiri Khususnya Silat dalam upaya menjaga keselamatan diri dan dapat dijadikan cara alternatif untuk menjadi sehat, seperti yang disampaikan oleh Arifin Purwakananta sebagai Pembina dari KSJ sekaligus Direksi Dompet Dhuafa.

Silat for Women Self Defense yang merupakan pengajaran silat praktis untuk beladiri wanita dengan memanfaatkan kekuatan alami yang dimiliki melalui jurus dan teknik silat yang jitu, dilaksanakan dengan kerjasama antara Dompet Dhuafa dengan Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) yang pada pelaksanaan pertama ini menjadi langkah awal untuk sebuah perkembangan silat di desa jampang-Bogor. Amiin yaa Rob.

Iklan

Read Full Post »

tajurhalang-WEB Zona Madina ( Selasa-11122012), Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan yang berkonsentrasi untuk membangun ummat manusia khususnya para dhuafa, menjadikan zona madina sebagai wilayah konsentrasi penyebaran manfaat di daerah bogor dan sekitarnya.

Zona madina yang memiliki radius kerja 5 Km2, menjadikan begitu luasnya wilayah pencapaian dan beragamnya program-program yang dilaksankan, sedangkan Kecamatan Tajurhalang adalah salah satu wilayah yang mengapit zona madina disamping 3 kecamatan lainnya.

Pada kunjungan kerja Direktur Zona Madina kali ini bertemu langsung dengan Iduh K, selaku Sekretaris Camat (SEKCAM) Tajur Halang yang kebetulan sedang ada tugas luar kota. Pertemuan yang singkat ini membahas koordinasi pelaksanaan program yang saat ini berlangsung dan koordinasi dimasa yang akan datang, seperti pelaksanaan safari ramadhan dan aksi layan kesehatan yang pernah dilaksanakan di Desa Tajurhalang dan Desa Tonjong, Penyebaran Buletin Jum’at serta pelaksanaan program ekonomi Dompet Dhuafa yaitu : kemitraan peternak kambing oleh Kampoeng Ternak Nusantara di Jampang Broco, Desa Kali Suren dengan 3 Kelompok Peternak.

Dalam sambutannya, SEKCAM Tajur halang mengutarakan,” bahwa memang diperlukannya kerjasama kelembagaan baik itu dalam sosialisasi program maupun pelaksanaannya. Seperti Rumah Sehat terpadu (RST) yang saat ini sudah beroperasi, saat ini memang sangat diperlukan oleh seluruh warga yang tidak mampu/dhuafa dan harapannya dengan adanya RST dapat lebih membantu pemerintah khususnya kecamatan dan pemerintahan desa dalam memberikan layanan kesehatan kepada warganya. Diketahui bersama dengan sistem kememberan di RST menjadi RST dapat menjaga amanah penyebaran manfaatnya yang hanya untuk para dhuafa, dimana kememberan ini dapat diajukan hanya dengan menyerahkan foto kopi ktp dan kartu keluarga serta mengisi formulir oleh calon pasien.

Berikut ini adalah pjurelaksanaan program dompet dhuafa yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Tajur Halang, diantaranya ; Program Sosial mencakup, program marbot mesjid di 8 mesjid untuk 3 desa ( Desa Tonjong, Tajurhalang dan kalisuren), program safari dakwah di TPA An Nur-Desa Kali Suren, program buletin jumat ; 2 mesjid di Desa Kalisuren dan Desa Tonjong, program safari ramadhan dan aksi layanan sehat  di 2 Desa  ( Tajur Halang dan Tonjong ) serta program ekonomi di desa kali suren dengan 3 kelompok peternak.

Semoga kedepannya kerjasama ini dapat dilebi ditingkatkan dengan kesamaan visi dan misi kelembagaan yaitu dari ummat untuk ummat. Amiin ya Rob

Read Full Post »

ahmad-web1

Pada awal jabatannya, Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pernah berjanji, bahwa sampai dengan akhir periode jabatannya (pada tahun 2014), akan menurunkan angka kemiskinan sampai dengan 8 persen.  Namun sampai akhir tahun 2012 angka kemiskinan Indonesia masih bertengger pada kisaran dua digit (11,96 %). Dengan sisa masa jabatan yang tinggal dua tahun lagi dan dengan segala kondisi ekonomi serta sosial yang akan mewarnai, tampaknya janji itu sulit untuk dipenuhi.

Angka kemiskinan tersebut di atas, merujuk kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengukur garis kemiskinan dengan pendekatan konsumsi yang juga sejalan dengan pendekatan Bank Dunia. Garis kemiskinan tersebut diukur dari kemampuan membeli bahan makanan ekuivalen dengan 2100 kalori per kapita per hari dan biaya untuk memperoleh kebutuhan minimal akan barang/jasa, pakaian, perumahan, kesehatan, transportasi, dan pendidikan. Garis kemiskinan versi BPS tahun 2012 adalah pendapatan per kapita kurang dari Rp 250.000 per bulan. Sementara Garis kemiskinan versi Bank Dunia adalah pendapatan perkapita US$ 2 perhari (yang diukur dengan Purchase Power Of Parity)

Mengapa janji angka kemiskinan 8% itu tidak akan tercapai ? Karena trend penurunan angka kemiskinan per tahun dalam tiga tahun terakhir ini paling tinggi hanya 1%. Sementara angka pertumbuhan penduduk Indonesia adalah 1,49% per tahun. Jadi secara absolut laju kemiskinan karena jumlah penduduk miskin bertambah sebagai akibat pertumbuhan penduduk tidak akan bisa dikurangi oleh laju penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah seperti yang selama ini sudah dilakukan.

Angka  kemiskinan itu hanya bisa dikurangi secara signifikan dengan mengubah pola pembangunan pemerintah secara luar biasa. Dalam hal ini pemerintah harus melakukan langkah-langkah terobosan yang nyata dalam menanggulangi kemiskinan. Langkah-langkah tersebut tentu saja meliputi fokus pembangunan, penganggaran, implementasi dan monitoring pelaksanaan pembangunan serta penegakan hukum untuk mencegah penyimpangan dan penyelewengan dana pembangunan. Kita tentu tidak menginginkan penurunan angka kemiskinan yang dilahirkan dari rekayasa garis kemiskinan, angka pertumbuhan dan jumlah penduduk. Karena tindakan rekayasa untuk memperkecil angka kemiskinan hanya memuaskan logika matematis kita, tapi sesungguhnya itu adalah bentuk kamuflase yang palsu.

Meski, upaya penurunan angka kemiskinan tidak akan mencapai target, tapi pada tahun 2013 akan ada perubahan-perubahan yang seakan memberi sinyal harapan. Yang patut dicatat adalah rencana kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) fantastis yang merata di berbagai wilayah.  Rata-rata kenaikan UMP ini mencapai lebih dari 40% yang akan berdampak secara nyata dalam melakukan perbaikan pendapatan masyarakat di kelompok bawah, seperti kelompok buruh misalnya.  Peningkatan pendapatan terbawah masyarakat adalah salah satu faktor penentu perbaikan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Tentu saja, pada satu sisi, kenaikan UMP yang fantastis juga akan menekan dunia usaha, khususnya usaha mikro dan kecil. Beberapa perusahaan mungkin akan gulung tikar, memindahkan lokasi atau melakukan efisiensi. Kenaikan UMP juga akan meningkatkan harga barang dan jasa yang akan dikonsumsi masyarakat. Namun pada waktunya akan tercapai keseimbangan baru ekonomi yang lebih tinggi sebagai akibat kenaikan UMP ini. Kita berharap dampak negatif dari kenaikan UMP ini minimalis saja.

Prediksi Angka kemiskinan untuk tahun 2013 adalah 11,23 %. Ini artinya jumlah penduduk miskin di Indonesia masih mencapai  27,48 juta orang. Meski angka kemiskinan masih di level dua digit, perhatian akan nasib orang miskin terus meningkat. Banyak daerah yang sudah mampu menggratiskan layanan kesehatan di puskesmas dan layanan pendidikan dasar sembilan tahun. Hal ini tentu memperbaiki kualitas hidup orang miskin. Apalagi nanti pada Januari 2014 akan dimulai pelaksanaan program Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) yang akan memberikan jaminan layanan kesehatan secara gratis kepada penduduk miskin di Indonesia.

Penanggulangan kemiskinan di Indonesia, selain menjadi tugas pemerintah, juga memerlukan keterlibatan masyarakat dan dunia usaha. Peran lembaga-lembaga zakat juga semakin dituntut untuk mengelola program pemberdayaan yang memiliki pengaruh nyata dalam mengurangi angka kemiskinan. Dunia usaha, khususnya melalui dana Corporate Social responsibility (CSR) harus dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan yang berhubungan langsung dengan penanggulangan kemiskinan. Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan harus sinergis untuk mempercepat laju pengurangan kemiskinan secara siginifikan.                                        Sumber : www.dompetdhuafa.org

Read Full Post »

foto audiensi ciseeng-WEB Zona Madina (03122012), Kunjungan Kerja Pimpinan Zona Madina dalam rangka silatrahim dan peningkatan koordinasi Program Dompet Dhuafa di Daerah Kecamatan Ciseeng diterima oleh Sekretaris Camat (SekCam) Ciseeng Acep Sajidin siang ini diruang Kerjanya.

Koordinasi program adalah kunci pengembangan pemberdayaan dimasyarakat, hal ini diungkapkan SekCam dalam ramah tamah dengan pimpinan zona madina. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah mengharuskan jajaran birokrat turun langsung ke masyarakat dan turut serta dalam pendampingan terhadap program-prgram yang dilaksanakannya termasuk dengan potensi dan peta sosial didaerahnya.  Kecamatan Ciseeng yang meliputi 10 Desa, dan pada bulan maret 2013 akan melaksanakan PILKADES secara serentak ini, merupakan satu dari empat Kecamatan yang mengapit zona madina berdampingan dengan Kecamatan Parung, Tajuralang dan Kemang.

Pada kesempatan ini juga, disampaikan oleh Direktur Zona Madina, M Noor Awaluddin beberapa pelaksanaan program yang selama ini telah berjalan antara lain ; Program Marbot Mesjid mencakup 7 mesjid untuk 3 desa ( Desa babakan, Cibeuteung Udik, Karikil), Program Safari Dakwah di 2 mesjid di Desa babakan, Program Safari Ramadhan dan Aksi Layan Sehat di 2 Desa ; yaitu Desa Babakan dan Desa Ciseeng, Program Buletin Jum’at ; 5 mesjid di Desa Babakan dan Cibeuteung Udik, serta ada juga Program Ekonomi yaitu : Pembinaan untuk budi daya ikan hiasa dan Pedagang  diDesa Babakan bersama Masyarakat Mandiri dan Kemitraan Ternak Kambing berjumlah 2 Kelompok  di Desa Babakan bersama Kampoeng Ternak.

Diharapkan pengembangan program-program Dompet Dhuafa  yang sudah ada sekarang ini dapat bersinergi dengan program-program pemberdayaan dari pemerintahan daerah agar konsep mewujudkan masyarakat yang berdaya menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Kunjungan Kerja ditutup dengan penyerahan perangkat informasi kelembagaan oleh Direktur  Zona Madina ke Sekretaris Camat Ciseeng, Acep Sajidin. Alhamdulillah .. !!

Read Full Post »